DUA MINGGU RUBUH, JEMBATAN DI SEI BINGE TAK DIPERBAIKI

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI – Sudah dua minggu jembatan ambruk di Dusun VIII Bandarmeriah Desa Namu Ukur utara Kec. Sei Bingei yang rubuh diterjang banjir pada tanggal 3 Januari yang lalu hingga saat ini belum juga diperbaiki, Senin (14/1/2013).

Akibat ambruknya jembatan tersebut sekira 224 Kepala Keluarga (KK) yang bertempat tinggal di perkampungan tersebut terisolir. Warga yang biasa menggunakan jembatan tersebut sebagai penghubung ke Kota Binjai, kini kesulitan dan harus memutar sejauh 4 kilometer untuk menuju Kota Binjai.

Selain menempuh jarak yang jauh warga juga harus melewati jalanan yang curam dan rusak, untuk itu warga berharap bantuan dari pemerintah setempat untuk segera memperbaiki jembatan yang putus itu.

Lukman (36) seorang warga mengaku, runtuhnya jembatan terjadi sangat menyulitkan masyarakat sekitar. “Kalau kami mau ke Binjai, terpaksa harus melewati jalan yang rusak dan curam dan jalannya memutar, kami sekarang hanya inginkan jembatan ini diperbaiki segera,” jelasnya

Sementara itu senin siang bupati Langkat Ngogesa Sitepu secara mendadak kunjungi jembatan yang runtuh tersebut. Dalam kesempatan tersebut Bupati Langkat terlihat serius berdialog hangat dengan masyarakat setempat, seputar masalah dan upaya perbaikan jembatan yang rubuh.

Jumpa Sembiring yang mewakili masyarakat dalam dialog tersebut mengharapkan agar Bupati dapat sesegera mungkin membantu membangun kembali jembatan itu, mengingat jembatan tersebut merupakan sarana yang memperlancar tranfortasi hasil pertanian masyarakat setempat. Apalagi saat sekarang masyarakat sedang melaksanakan penen padi, sehingga bila tidak diperbaiki segera akan dapat mengganggu roda perekonomian masyarakat setempat.

“Tolonglah kami pak, padi kami tidak terngkut gara-gara jembatan yang putus ini,” ujar sembiring kepada ngongesa

Bupati Langkat yang hadir didampingi Kepala BPBD Herdianul Zally mengambil langkah bijak dengan menenangkan warga bahwa ia siap membantu masyarakat dengan memerintahkan kepala BPBD Langkat untuk memperioritaskan pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut sesegera mungkin dalam tahun anggaran 2013 ini bila nanti telah disahkan oleh DPRD Langkat.

“Sambil menunggu terealisasinya pembangunan jembatan tersebut secara permanen setelah R APBD Kab. Langkat tahun 2013 disahkan,” jelasnya

Ngogesa Sitepu secara pribadi memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp. 12 Jt untuk membantu masyarakat membangun jembatan sementara agar arus tranfortasi masyarakat setempat tidak terganggu.

Kalau tidak dibangun jembatan sementara, transportasi bisa lumpuh, saya sangat senang bapak-bapak sekalian mau bergotong royong membangun jembatan sementara, sembari menunggu jembatan permanen diselesaikan pembangunannya. untuk itu saya siap membantu bapak-bapak sekalian,” ujar Ngogesa

Selanjutnya Kepala BPBD Langkat Herdianul Zally berjanji akan menjalankan instruksi itu dengan sebaik-baiknya, “Mudah-mudahan april tahun 2013 ini bila R APBD Kab. Langkat telah disahkan pembangunan akan segera kita mulai” ujar mantan Kadis PU tersebut sambil berlalu.(ari/tribun-medan.com)
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *