REKANAN SOMASI MANAGER PLN LUBUKPAKAM

IMANUEL SITEPU. LUBUKPAKAM. Sedikitnya 9 rekanan yang bekerjasama dengan PLN Cabang Lubukpakam akan menggugat manejernya. Hingga saat ini, biaya pekerjaan proyek yang telah mereka kerjakan selama 8 bulan senilai Rp 2 Milyard belum juga dibayarkan. Akibat tindakan manager PLN Lubukpakam tersebut, mereka merasa dirugikan.

Sebagaimana dikatakan seorang staf salah satu perusahaan yang ikut bekerjasama dengan PLN Cabang Lubukpakam bermarga Manurung kepada sejumlah wartawan kemarin [Jumat 11/1]: ”Kami pekerja Pengelola Tusbung (Pemutusan sementara dan penyambungan kembali aliran listrik) merasa dibodohi karena hak kami hingga saat ini belum sepenuhnya dibayarkan manejer Area Lubukpakam. Padahal, pekerjaan kami selesai 100%, baik itu SPK (Surat Perintah Kerja) pemberitahuan kepada pelanggan, dan SPK putus bongkar.”

Dikatakannya lagi,selain perusahaannya, perusahaan yang menjalin kerjasama dengan PLN Cabang Lubukpakam yang juga telah dirugikan adalah, PT Gaharu Mandiri, CV Maju Tehnik, CV Mandiri, CV Target, PT Sapta Guna Utama dan yang lainnya.

“Keseluruhan perusahaan ini mengerjakan kontrak sesuai dengan apa yang disepakati bersama,” ujar Manurung.

Hal senada juga dikatakan rekanan lainnya bernama Linda. ”Begitu pekerjaan selesai, maka dikeluarkan berita acara pekerjaan (BAP) yang ditandatangani dan disetujui oleh Manejer PT PLN (Persero) Area Lubukpakam sebelumnya yang bernama Wahyu Nugroho dan Asisten Manejer Niaga Syed Radim sekira bulan Juli 2012 lalu. Namun pada bulan September 2012 terjadi pergantian Manejer dan Asisten Manejer,” jelas Linda.

Setelah Manejer baru dijabat Helberd Tampubolon dan Asisten Manejer Lefan Hasibun, mereka malah  mengatakan, kesembilan perusahaan rekanan itu tak bekerja  pada Agustus dan September, padahal kita kerjakan sesuai kesepakatan,” ujar Linda kesal.

Ditambahkan Manurung, dia mengaku pernah membicarakan masalah ini ke Manejemen PLN Area Lubuk Pakam tersebut. ”Mereka berjanji akan membayarkannya, tapi ketentuannya 30% untuk Tul 6- 01 (Peringatan untuk konsumen) dan 70% untuk Tul 6-03 (Pembongkaran atas tunggakan). Jelas itu merugikan kita, karena tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya bersama manejer yang lama,” ujar Manurung mengakhiri.

Penasehat Hukum kesembilan Perusahaan, Hasbi Sitorus SH, saat dikonfirmasi mengatakan: ”Kita keberatan terhadap PLN Cabang Lubukpakam karena mengabaikan hak-hak rekanan kerjanya. Karena hal tersebut bentuk kesengajaan dan perbuatan melawan hukum, sehingga jika PLN tidak menunjukan itikad baiknya, maka kita akan mengajukan gugatan secara perdata dan mendesak Kanwil untuk bertanggungjawab,” ujar Hasbi.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *