RATUSAN UNGGAS SUMSEL MATI MENDADAK

PALEMBANG, KOMPAS.com – Sekitar 1.000 ternak unggas yang terdiri dari ayam dan itik di Sumatera Selatan mati mendadak dalam dua pekan terakhir. Unggas-unggas tersebut umumnya terlihat sakit dalam waktu sehari dan mati dengan mengeluarkan lendir di paruh dan membiru di bagian sekitar mata.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumatera Selatan (Sumsel) Ismaidi mengatakan, kematian mendadak unggas-unggas itu terdata di delapan lokasi, di antaranya Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin, Prabumulih, dan Banyuasin. Sejauh ini, belum diketahui penyakit unggas-unggas tersebut.

“Indikasinya memang mirip flu burung AI, tapi butuh pemeriksaan untuk memastikannya,” katanya di Palembang, Sumsel, Kamis (10/1/2013).

Salah satu lokasi banyaknya kematian mendadak pada ternak unggas adalah Desa Purna Jaya, Kabupaten Ogan Ilir. Sejak dua pekan terakhir, sekitar 500 ternak unggas di desa itu mati mendadak.

Kematian masih berlangsung hingga hari ini. Penduduk mengubur bangkai-bangkai unggas yang mati mendadak itu. Penguburan dimaksudkan menghentikan penularan penyakit mematikan ini.

Menurut Ismaidi, kematian yang sudah terjadi di cukup banyak daerah itu perlu sangat diwaspadai para peternak unggas di provinsi tersebut.

Sebulan lalu, Sumsel masih relatif aman dari kematian mendadak pada itik yang banyak terjadi di daerah lain. Guna mengatasinya, peternak diimbau meningkatkan kebersihan kandangnya menggunakan disinfektan guna membunuh
sumber: kompas

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *