POLDASU PERIKSA BULOG SOAL BERAS OPLOSAN

MEDAN – Penyidik Subdit I Indag (Industri dan Perdagangan) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut, meminta keterangan saksi dari pihak Bulog (Badan Urusan Logistik), terkait , ditangkapnya ratusan ton beras oplosan.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Sadono Budi Nugroho, mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan saksi ahli dari pihak Badan Urusan Logistik (Bulog), Sumut soal beras oplosan.

“Saat ini sedang kita periksa saksi ahli dari Bulog, soal beras oplosan. Masalah ini sudah berkaitan dengan ekonomi perlu pendalaman serta banyak yang harus ditinjau,” kata di Medan, hari ini.

Ditanya status dua orang yang diamankan dalam penggerebakan di Gudang Kayu Kec. Medan Deli beberapa waktu lalu, Sadono menyebutkan bahwa statusnya masih sebagai saksi. “Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan tersangka. Terutama Hendry alias Aseng selaku orang yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Disinggung kenapa hingga saat ini keduanya belum dijadikan tersangka, Sadono menjelaskan, bahwa untuk menentukan hal itu harus menunggu keterangan saksi ahli. “Memang alat bukti dan perbuatan sudah ada, dan tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari saksi ahli,” pungkasnya.

Seperti diketahui, petugas Subdit I Indag Dit Reskrimsus Polda Sumut melakukan penggerebekan gudang pengoplosan beras Bulog di Gudang No. 899 Kayu Putih, Kec Medan Deli, Rabu (9/1) lalu. Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita 20 ton beras yang sudah dioplos bermerk Kuku Balam 30 Kg, kemasan gambar dua apel. Kemudian, beras Bulog 200 ton dan beras tanpa merk 300 ton berikut dokumen-dokumen.

Ketika digerebek, sedang terjadi pengoplosan dari beras Bulog ukuran 50 Kg dengan beras tanpa merk ukuran 50 Kg yang dibeli dari Jakarta, yang kemudian dioplos ke goni ukuran 30 Kg dengan merk “Kuku Balam” bergambar dua apel.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *