PENANGANAN PERKARA LAMBAN, KEJARI KABANJAHE DIDEMO

Taneh Karo-andalas Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Karo (GMPK) berunjuk rasa di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabanjahe, Kamis (10/1) siang.

Massa yang terdiri dari empat LSM, yakni Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita), Lumbung Informasi Rakyat (LIRa), Penyelamat Nusantara dan Jaringan Nusantara menuntut aparat penegak hukum menuntaskan perkara tindak pidana yang menimpa Josua Perangin-angin dengan laporan bernomor : STPL-C/701/VII/2012/SU/RES T.Karo dan Posmawari BR Sinurat dengan nomor LP : STPL-A/803/IX/2012/SU/Res T.Karo.

“Kejaksaan tak serius menangani perkara kecil yang menimpa masyarakat kecil. Sedangkan kalau perkara judi bisa cepat diselesaikan atau P-21,”teriak Perwakilan GMPK, Robinson Purba sembari menyebutkan, sudah cukup bersabar menanti keseriusan kejaksaan dalam pra penuntutan kedua perkara tersebut. Sudah terlalu lama kami menunggu, namun berkas perkara selalu P-19.

Seharusnya, kata perwakilan GMPK lainnya, Julianus Sembiring, sejak dikeluarkannya P-16, Jaksa Penuntut Umum secara aktif membina koordinasi dan kerjasama positif dengan penyidik melalui Forum Konsultasi Penyidik Penuntut Umum.

Forum tersebut harus digunakan secara optimal untuk memberikan bimbingan/ arahan kepada penyidik, dengan maksud agar kegiatan penyidikan mampu menyajikan segala data dan fakta diperlukan bagi kepentingan penuntutan, sehingga nantinya tidak terjadi bolak-balik berkas perkara.

Massa demo minta pihak Kejaksaan dalam P-19 agar diuraikan secara cermat, jelas dan lengkap tentang hal apa yang harus dilengkapi oleh penyidik sesuai ketentuan pasal 138 ayat 2 jo pasal 110 ayat 2 dan 3 KUHAP Petunjuk disusun dalam bahasa sederhana dengan penggunaan kalimat-kalimat efektif.

“Demi akuratnya aplikasi petunjuk tersebut oleh penyidik, sebaiknya penyidik atau korban diundang untuk bertemu dengan Jaksa Peneliti guna membahas petunjuk-petunjuk dimaksud, supaya pihak Kejari dalam menangani kedua perkara tersebut tidak ada kesan menerima upeti dari penguasa,”ungkapnya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe Dr Setyo SH mengatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan penanganan kedua perkara tersebut, sehingga bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kabanjahe. “Saya masih hitungan minggu di sini, jadi sabar ya. Besok saya bersama kedua JPU akan menggelar ekspos di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan,” bebernya.

Selain akan menyelesaikan kedua perkara tuntuan GMPK tersebut, tambah Kajari, di masa kepemimpinannya di Kejari Kabanjahe, dia juga berkomitmen akan mengusut dan menuntaskan perkara dugaan tindak pidana korupsi.

Setyo berharap masukan data dan informasi dari masyarakat jika menemukan indikasi korupsi. Menurutnya, selama seminggu di kejari Kabanjahe pihaknya sedang menangani tiga perkara korupsi.

“Target saya selama di Kejari Kabanjahe bisa menangani 15 perkara kosupsi dengan tujuan melakukan pencegahan sedini mungkin terjadinya tindak pidana korupsi,” pungkasnya, disambut gembira massa GMPK. (NT)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *