TIGA GADIS ABG KORBAN HUMAN TRAFFICKING

MEDAN ( Berita ): Polda Sumut mengamankan wanita setengah baya, La, 59, warga Jl. Kemiri Simpanglimun Medan, atas dugaan memperdagangkan tiga gadis di bawah umur di kos-kosan Jl. Armada, Medan, Rabu (9/1) sore.

Tersangka berikut ketiga gadis ABG (anak baru gede) itu kini menjalani pemeriksaan di Mapoldasu.Ketiga gadis ABG itu, M,14, warga Jermal III Ujung, D,15, warga Kampung Kolam,Tembung dan F, 17, warga Jl. Sakti Lubis.

Kepada petugas SubditIV/Renakta yang melakukan pemeriksaan, ketiganya mengaku diberikan Rp300 ribu  setelah melayani tamu yang berkencan di kos mereka. Ketiganya juga mengatakan masalah pembayaran diserahkan kepada La.

Besarnya tarif kencan yang dikenakan La kepada tamu, tidak diketahui mereka.Kepada wartawan, M dan D mengatakan masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara F putus sekolah.

Ketiganya mengaku,selain di kos, mereka juga bersedia diajak kencan di hotel dengan tarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu. Namun, La menolak disebut menjual ketiga gadis di bawah umur itu. Dia mengatakan,hanya berjualan makanan dan minuman di kos-kosan tersebut.

Direktur Dit Reskrimum Poldasu Kombes Pol. Marsauli Siregar melalui Kasubdit IV/Renakta AKBP Juliana Situmorang mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari warga sekitar yang resah dengan aktivitas prostitusi di kos-kosan tersebut.

Juliana mengatakan, dari lokasi penggerebekan, polisi mengamankan keempatnya berikut uang tunai Rp1.300.000.Kepada Juliana, ketiganya mengaku melayani tamu karena memiliki masalah dalam keluarga.“Dalam razia itu M didapati sedang melayani tamu di kamarkosnya, mereka mengaku hasil dari melayani tamu untuk membayar uang kos dan kebutuhan sehari-hari,” kata Juliana.

Tentang bantahan La menjual gadis di bawah umur, Juliana mengatakan tersangka berhak mengelak atas dugaan tersebut. Tetapi pihaknya tetap akan melakukan proses pemeriksaan untuk mendalami keterlibatan La.

“Karena pengakuan D, dia dipaksa oleh La untuk melayani tamu,” kata Juliana dan menambahkan, tersangka dikenakan Undang-Undang (UU) No. 21/2007 tentang perdagangan manusia (human trafficking), dan UU No. 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (WSP/m27)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *