TIAP KABUPATEN HARUS PUNYA HAND TRACTOR

MedanBisnis –Medan. Tiap kabupaten/kota yang memiliki lahan pertanian seharusnya memiliki hand tractor yang bisa dipinjamkan keppada petani yang membutuhkan dalam mengolah lahannya sebelum melakukan penanaman. Dengan demikian, petani tidak mengalami keterlambatan ataupun kendala lain jika benihnya sudah ada.
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Suswono dalam acara panen benih padi varietas mekongga di areal persawahan Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Induk (UPT BBI) Padi MUrni di Tanjung Morawa, Jumat (11/ 1) mengatakan, petani sering mengalami kesulitan sebelum menanam padinya karena lahannya belum ditraktor. Padahal, pentraktoran lahan sangat penting untuk menggemburkan tanah. “Di sini letak pentingnya traktor, karena tidak semua petani punya traktor,” katanya.

Karena itu, kata Mentan, tiap kabupaten harus memiliki traktor yang bisa dipinjamkan ke petani yang membutuhkan secara bergiliran. Dengan demikian, waktu peenanaman bisa dilakukan secara serentak di banyak tempat. “Jadi, bantuan hand tractor, tidak lagi diberikan kepada petani, tapi ke kabupaten. Dari situ, bisa berpindah-pindah ke petani yang membutuhkan di daerah lain,” katanya.

Ia mencontohkan, tahun lalu, Jawa Tengah mendapatkan bantuan dari pusat berupa hand tractor sebanyak 100 unit.

Hand tractor tersebut diberikan ke kabupaten bukan kepada petani. Hal tersebut dikarenakan, jika diberikan kepada petani, hand tractor tersebut akan nganggur di rumah petani pemilik  traktor ketika tidak digunakan. Padahal mungkin saja di daerah lain petani sangat membutuhkannya. Selain hand tractor, yang harus diberikan kepada petani juga berupa combine harvester atau mesin panen yang akan memudahkan petani dalam mengolah hasil panennya. Dengan mesin tersebut, rasio gabah yang hilang hanya 1%.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *