TERSANGKA KREDIT MACET TAK PENUHI PANGGILAN KEJATI

Medan ( Berita )  :  Pemanggilan tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara hingga kali ketiga, tidak pernah dipenuhi  tersangka kasus kredit bermasalah senilai Rp129 miliar pada BNI 46 Cabang Jalan Pemuda Medan.

Humas Kejati Sumut, Markos Simaremare di Medan, Jumat [11/01] mengatakan, tersangka “BH” tidak pernah menghadiri panggilan ti penyidik dan bahkan keberadaan tersangka tidak diketahui. Namun Kejati Sumut  masih terus mencari tersangka BH hingga dapat untuk kepentingan penyidikan.

Tersangka BH yang juga Pimpinan Bahari Dwi Kencana, sudah menjadi status DPO (daftar pencaharian orang) dan telah dilaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung),  ujar Simaremare. Dia mengatakan, meski BH telah ditetapkan sebagai tersangka, namun sampai saat ini belum pernah diperiksa Kejati Sumut.

Bahkan, jelasnya, tersangka BH memiliki alamat yang berpindah-pindah  dan tidak jelas, sehingga sulit ditemukan. “Terhadap tersangka BH yang sudah tiga kali dipanggil, tim Penyidik Kejati Sumut berwenang untuk menjemput secara paksa,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tim penyidik Kejati Sumut bekerja sama dengan Kejagung terus mencari tersangka yang menghilang itu. “Tersangka BH terus dicari hingga dapat, karena ini merupakan kewenangan Kejati Sumut yang menangani kasus tersebut,” kata Simaremare.

Lima tersangka

Sebelumnya, Kejati Sumut menetapkan lima orang tersangka dalam kasus penyaluran kredit bermasalah senilai Rp129 miliar di BNI 46 Cabang Jalan Pemuda Medan.

Kelima tersangka itu, yakni RDT (Pimpinan BNI SKM Medan), TI (Manajer BNI), DA (Pimpinan Kelompok Pemasukan Bisnis), SH (Kantor Jasa Pelayanan Publik dan BH ( Pimpinan PT Bahari Dwi Kencana).

Puluhan saksi telah diperiksa dalam kasus dugaan penyalahgunaan kredit bermasalah di BNI 46, dan merugikan keuangan negara. Penetapan status tersangka itu, berdasarkan kajian yang dilakukan pihak penyidik dari Kejati Sumut.

Kasus dugaan penyimpangan dalam pencairan kredit, setelah pihak kejaksaan mendapatkan laporan permohonan pencairan dana yang diajukan oleh PT Bahari Dwi Kencana kepada BNI 46 Cabang Medan sebesar Rp133 miliar.

Penyidik kejaksaan menduga, bahwa proses dan izin kelengkapannya tidak benar, tetapi permohonan tersebut tetap diproses serta dianalisa pada Sentra Kredit Menengah (SKM) BNI 46 wilayah Medan. Bahkan, dari lima tersangka itu beberapa orang diantaranya, sudah diadili di Pengadilan Tipikor Medan. (ant )
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *