PRODUKSI GAS ARUN AKAN BERAKHIR 2014

Lhokseumawe, (Analisa). Presiden Direktur PT Arun NGL, Iqbal Hasan, mengatakan, persediaan gas yang diproduksi Kilang Arun saat ini terus berkurang dan hanya tinggal sebesar enam persen. Diperkirakan, persediaan ini akan habis pada 2014.
“Persedian gas hanya tinggal enam persen. Karenanya kita terus berupaya mempertahankan Arun dengan bisnis-bisnis lain agar jangan tutup.

Kalau ini terjadi, sangat berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi di Aceh,” kata Iqbal Hasan dalam pertemuan dengan wartawan Guest House PT Arun, Batuphat Lhokseumawe, Kamis (10/1).

Menurutnya, jika Arun tutup, maka masyarakat Aceh sangat dirugikan karena sejumlah industri lain seperti PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) diperkirakan ikut tutup akibat tidak adanya pasokan gas.

Demikian juga dengan PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) dan PT Kertas Kraf Aceh (KK) yang sudah tidak beroperasi dan diperkirakan mampu menampung banyak tenaga kerja akan sulit bangkit kembali.

“Gas Arun terus berkurang, karenanya kita berusaha sekeras mungkin menghadirkan bisnis-bisnis lain seperti pembangunan Terminal Gas, Kilang BBM maupun pembangkit listrik di lokasi ini,” ungkapnya.

Dia menyatakan berkomitmen memajukan pertumbuhan ekonomi melalui Kilang Arun supaya tidak tutup karena berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi. “Mari kita hidupkan Arun ini dengan bisnis-bisnis lain,” ajaknya.

Untuk merealisasikan harapan tersebut, dia juga mengajak seluruh masyarakat senantiasa mendukung program itu untuk mewujudkan kemajuan Aceh.

Seluruh komponen masyarakat diharapkan senantiasa membangun suasana kondusif demi keberlanjutan Arun dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Dia juga mengungkapkan peran pers sangat penting dalam rangka memajukan ekonomi Aceh. “Pers dan Arun harus bersatu dalam membangun ekonomi Aceh,” tutupnya.
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *