PERNIKAHAN KADISBUDPAR DS TAK TERDAFTAR DI KUA STABAT

STABAT – PM; Pesta pernikahan kedua Kadis Kebudayaan dan Parawisata (Kadisbudpar) Deliserdang, Drs Rahmad MAP dan Eni Ariyani, ternyata banyak dihadiri pejabat. Termasuk Kepala Kantor KUA Pangkalan Susu, Samaruddin Sag.  Anehnya, pernikahan itu justru tak terdaftar di sana.

“Tidak ada pernikahan mereka terdaftar di sini. Kalaupun ada, tidak mungkin saya sembunyikan,” ucap Samaruddin, mengaku dia juga sudah ditelpon kepolisian. Bukan itu saja, Samaruddin yang ditemui di ruang kerjanya, juga mengaku diundang dan hadir di pesta pernikahan itu.  “Iya, saya sendiri diundang. Bahkan saya datang ke pesta pernikahan mereka. Apalagi orangtua Eni disegani atau sebagai tokoh masyarakat di kampung ini,” ungkapnya. Apakah tidak mempertanyakan soal pernikahan tersebut? “Sebenarnya pernah saya pertanyakan. Ya kata orangtua Eni, suaminya itu sudah melakukan gugatan cerai. Putusan di Pengadilan Agama (PA) Medan, suaminya sudah dimenangkan,” terang Samaruddin.

Hanya saja, lanjut Samaruddin, istri pertamanya membuat banding. Namun, banding yang dilakukan kalah. “Karena sudah kalah, akhirnya istri pertamanya itu mengajukan kasasi. Nah, sampai kasasi ini yang tidak tahu. Apakah istrinya dimenangkan atau malah sebaliknya,” jelas Samaruddin. Samaruddin menambahkan, pernikahan yang dilakukan Eni dan Rahmad tidak memakai tuan kadi dari KUA Pangkalan Susu. “Tuan kadinya tidak ada dari sini. Ya mungkin orangtuanya sendiri yang menikahkan. Yang jelas, di KUA ini pernikahan mereka tidak terdaftar. Dan menurut orangtua Eni, pernikahan itu akan didaftarkan jika kasus gugatan cerai itu sudah tuntas tanpa ada sangkutan hukum lagi,” beber Samaruddin.

Sementara, reporter koran ini menyambangi kediaman Eni di Jl. Kamil Hasyim, Kel. Bukit Jengkol, Kec. Pangkalan Susu, Langkat. Setelah menempuh waktu sekitar 2 jam dari Kota Stabat, akhirnya kediaman Eni Ariani ditemukan. Walau sebelumnya harus banyak bertanya dengan warga di sekitar Kec. Pangkalan Susu. Begitu sampai, terlihat bangunan megah berwarna putih les biru. Hanya saja, rumah itu terlihat sangat sepi. Untuk memastikan keberadaan pemilik rumah, kru POSMETRO melontarkan salam. Lantas, disahut oleh seorang wanita dari jendela rumah tersebut. Namun sayang, wanita itu bukan Eni, tetapi wanita tua dengan rambut sudah tampak memutih.

Ketika dipertanyakan keberadaan Eni, wanita tersebut mengakui kalau Eni sudah tidak berada di rumah. “Eni sudah lama tidak di rumah ini. Dia sudah ikut dengan suaminya di Kota Medan. Emangnya kamu ini siapanya?,” ujar wanita itu dengan nada bertanya dari balik jendela. Begitu disampaikan kalau Eni masih bekerja di Bank, wanita itu tidak menepisnya. Bahkan, wanita tersebut mengakui kalau Eni bekerja di Bank Mandiri, Medan. “Iya, dia masih di Bank Mandiri,” kata wanita itu lagi dengan raut wajah penuh curiga. Karena Eni tidak berada di rumah dan sedikit keterangan sudah didapat, akhirnya kru meninggalkan rumah yang digarasinya terdapat mobil Fortuner warna putih BK 1071 PJ. Selanjutnya, kru menemui beberapa warga setempat. Warga mengetahui, kalau suami Eni lelaki tua dan kaya.  “Kami dengar memang suaminya itu kaya, tapi sudah tua. Lagian, si Eni juga sudah berumur. Kalau kami tidak salah, umur si Eni sudah 30 sampai 42-an tahun,” celetuk sejumlah warga setempat, yang mengakui kalau keluarga Eni juga disegani di kampungnya. Meski warga tahu Drs Rahmad MAP orang kaya dan sudah tua, tetapi warga tidak tahu pasti apa pekerjaan atau profesinya. “Kalau pekerjaannya kami nggak tahu. Ada yang bilang di bank dan ada juga yang bilang PNS di Parawisata,” tandas sejumlah warga yang ngumpul di sebuah teras rumah.

Tak sampai disitu, setelah dicari lebih jauh, akhirnya kru mendapatkan undangan pesta pernikahan tersebut. Dalam undangan dituliskan akad nikah Minggu 24 Juni 2012 dan resepsi Minggu 30 September 2012 di lokasi yang sama (rumah Eni-red). Bahkan, Drs Sukhyar Mulyamin selaku Camat Pangkalan Susu dan Drs Ramli A, Lurah Beras Basah, Kec. Pangkalan Susu, tertera sebagai turut mengundang dalam pesta pernikahan tersebut.  Kabarnya, sebelum menikah, Drs Rahmad membelikan rumah di daerah Cemara sebagai kado pernikahan. Tak hanya itu, Drs Rahmad disebut-sebut memberikan uang antaran sebesar Rp75 juta.

>>  Ngetop, Jadi Perhatian Wakil Bupati

Sejak kasus kawin terhalangnya mencuat ke permukaan,  boleh dibilang Rahmad langsung jadi pejabat Pemkab Deliserdang yang paling ngetop. Bak artis dadakan, pria yang saban hari terlihat rapi dan bergaya parlente itu langsung ‘menjelma’ jadi buah bibir warga. Nah, guna menjawab tudingan miring terhadap dirinya,  Rabu (9/1) siang, kru koran ini mencoba menemui  mantan Sekretaris (Sekwan) DPRD Deliserdang itu di kantornya, Komplek Perkantoran Pemkab Deliserdang. Tapi saat bertemu, Rahman tak lagi menunjukkan sikap ramah dan mudah senyumnya. Wajahnya terlihat lesu dan sedikit galau.

Kepada POSMETRO, Rahmad membantah semua tudingan istri pertamanya. Katanya, selama ini ia telah bercerai dengan istri pertamanya, Juliana. Dasar itu pula ia merasa pernikahan keduanya tak melanggar Undang-Undang Pernikahan. “Saya sudah bercerai dengan istri saya yang pertama, jadi setelah itu masak saya tak boleh kawin lagi,” ucapnya tenang. Meski begitu Rahmad sendiri tak bersedia menjelaskan seputar perceraiannya dengan Juliana. Sebelum menaiki mobil dinasnya, Rahmad hanya bercerita soal dampak yang ia alami dan anak-anaknya atas pemberitaan media seputar poligami yang ia lakoni.  Tapi bantahan itu diduga hanya sebagai pembelaan Rahmad saja. Sebab jika sudah bercerai, tak mungkin Juliana melaporkannya ke polisi.

Di lokasi terpisah, ternyata kasus kawin halangan yang menjerat Kadisbudpar Pemkab Deliserdang ini jadi perhatian Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars. Ini diakui Ketua BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Pemkab Deliserdang, Drs . Sahnan pada awak koran ini. Dikatakan Sahnan,  persoalan itu sempat jadi bahan pembicaraan Zainuddin saat menggelar rapat kecil di rumah dinasnya. Karena itu, Sahnan juga didesak segera menyelesaikan kasus itu. Dasar itu pula, Sahnan pun berjanji akan mencari tau dan mempelajari kasus itu. Sebab ia sendiri mengaku belum mengetahui Rahmad sudah bercerai dengan Juliana.

Sekedar mengingatkan,  Juliana yang menetap di Kec. Medan Timur, Medan ini melaporkan Rahmad ke Polres Langkat pada Selasa (8/1). “Saya nggak tau kalau dia diam-diam sudah menikah lagi. Ya pastinya saya kecewa, karena awalnya dia datang baik-baik sama keluarga saya untuk meminta saya menikahinya,” ungkap Juliana ke polisis yang berada di ruang SPK . “Tapi kenyataannya kok malah begini, bukan cuma saya yang sakit hati, anak-anak kami juga sok berat melihat foto bapaknya menikah lagi, makanya saya laporkan dia supaya nggak seenaknya saja dia berbuat seperti ini,” aku Juliani di hadapan petugas Polres Langkat, didengar kru koran ini. (dn/pas/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *