PERNANDEN LANJUTKAN BLOKIR JALAN PERTAHANAN PATUMBAK

IMANUEL SITEPU. PATUMBAK. Karena kesepakatan yang dilakukan Muspika Kecamatan Patumbak tidak juga ditepati, para ibu Desa Sigara-gara dan Desa Patumbak Kampung (Kec. Patumbak) merasa geram sekali dan terus memblokir Jl. Pertahanan, Patumbak  [Selasa 8/1].

Pantauan Sora Sirulo di lapangan, jumlah nande-nande tampak makin bertambah dari 3 hari lalu. Para ibu dan juga anak-anak terus menyuarakan aspirasinya dengan untaian lagu dan sekali-kali dengan puisi lewat pengeras suara yang telah dipersiapkan.Dalam lagu dan puisi yang dikumandangkan, ibu-ibu Desa Sigaragara  terus menghujat pemerintah, penegak hukum  dan pengusaha Galian C yang, menurut mereka, tidak pernah serius menindak penambangan tanah merah di lokasi PTPN II.

“Semalam, Kapolsek Patumbak  dan Kades datang ke sini. Mereka berjanji akan mendirikan Posko bekerjasama dengan TNI untuk menghadang Galian C. Kemarin, Muspika menyatakan bersedia membuat surat pernyataaan di atas kertas bermaterai. Toh, sampai saat ini, hanya omong kosong semua,” teriak seorang mamak-mamak dalam orasinya.

Pengusaha Makan Bolu Kita Makan Debu!

Lanjut dikumandangkan, demikian juga dengan Camat Patumbak, melalui Kepala Desa dan Kapolsek, dia  berjanji datang ke sini. Semua hanya bualan semata. Kuat dugaan, Muspika sudah disuap pengusaha. Soalnya, saat pertama dibuat aksi, Camat dan Kapolsek meminta kepada warga agar  jangan bongkar posko sebelum jalan diperbaiki.

“Abang lihat aja, setiap hari kami seperti ini bersama keluarga kami. Kepanasan kena hujan debu. Pengusaha yang makan bolu, kami setiap hari yang makan abu,” ujar Aan (40), salah satu warga Patumbak Kampung.

Para warga mengatakan  tetap melanjutkan aksi pemblokiran jalan. “Kami tidak akan menghentikan aksi sebelum jalan kami diperbaiki. Kami tidak ada urusan dengan penambangan galian tanah merah. Kami hanya menuntut supaya jangan ada debu di jalan,” ucap ibu ini sambil mengeser-geser sirih di mulutnya.

Informasi juga diperoleh di lapangan, sekira Pkl. 10.00 wib, pihak pengusaha Galian C membuat aksi tandingan dengan turun ke  jalan pertahanan Desa Sigaragara. Mereka membuat poster-poster di jalan. Akibatnya, antara warga dengan pengusaha hampir terjadi bentrok. Namun, aksi pengusaha tersebut langsung dibubarkan oleh Polisi.Sementara, di lokasi, tampak ada 5 Posko didirikan di badan jalan. Masing-masing 4 di Desa Patumbak Kampung dan 1 di Desa Sigaragara.

Terkait masalah aksi warga, Camat Patumbak Chairul Saleh Siregar ketika hendak dikonfirmasi oleh Sora Sirulo  di kantornya, tidak ada di tempat. Informasi diperoleh di kantor Camat, Camat Patumbak Khairul Saleh Siregar  sedang berada di Lubukpakam.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *