PENGANUGERAHAN GELAR PHRA KHRU BUDDHADHAMPRAKAT KEPADA YM BHIKKHU JINADHAMMO MAHATHERA

Medan,(Analisa). Pemerintah Negara Thailand melalui Samangama Mahathera, yang merupakan komite Sangha di negara tersebut, menganugerahkan gelar Phra Khru Buddhadhamprakat kepada Yang Mulia Bhikkhu Jinadhammo Mahathera, Selasa (8/1). Sesuai dengan gelar yang dalam Bahasa Indonesia diartikan sebagai Penyebar Buddha Dharma, penghargaan ini diberikan kepada Bhikkhu Jinadhammo Mahathera atas jasa-jasanya dalam mengembangkan agama Buddha di Indonesia.
Untuk menyaksikan peristiwa ini, ribuan umat Buddha dari berbagai wilayah termasuk Indonesia berkumpul di Ayothaya, sebuah kota yang terletak di Provinsi Ayutthaya, – tempat dimana kegiatan ini diselenggarakan. Selain kepada Bhikkhu Jinadhammo yang merupakan satu-satunya bhikkhu yang berasal dari Indonesia, penghargaan ini juga diberikan kepada 500 bhikkhu sangha dari berbagai wilayah negara yang dinilai memiliki prestasi pengabdian yang luar biasa dalam mengembangkan ajaran Buddha Dharma di daerahnya masing-masing.

“Kami mewakili Keluarga Buddhayana Indonesia khususnya dari provinsi Sumatera Utara merasa ber-mudita dan berbangga hati dalam arti yang positif, atas penghargaan yang diterima oleh Yang Mulia Bhikkhu Jinadhammo Mahathera,” demikian Upa. Ir. Ony Hindra Kusuma, MBA selaku Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Sumatera Utara (MBI Sumut), mengawali penjelasannya ketika ditemui di Bandara Udara Polonia. Ony selaku Ketua MBI Sumut didampingi segenap jajaran pengurusnya baik dari provinsi, kota dan kabupaten, serta pengurus Wanita Buddhis Indonesia (WBI), Sekber PMVBI/Pemuda Buddhayana dan para Pandita/tokoh agama Buddha, secara khusus menyambut kepulangan Bhikkhu Jinadhammo dan rombongan ke Indonesia. Selain keluarga besar Buddhayana, juga terlihat hadir dalam penyambutan ini yaitu Ir. Sutopo (Ketua Walubi Kota Medan) dan Bapak Halim Loe (Ketua PSMTI Kota Medan) dan Para Umat Buddha Baik dari Kota Medan maupun dari luar kota.

Ony Hindra Kusuma menjelaskan “Penyambutan ini merupakan sebuah kepatutan. Kami sebagai pengurus MBI yang merupakan pembantu Sangha Agung Indonesia merasa bahagia dan terharu bahwa Bhikkhu Jinadhammo yang juga merupakan salah satu dari Dewan Sesepuh Sangha Agung Indonesia telah menabur nama yang harum melalui penghargaan ini, bukan saja kepada seluruh umat Buddha Sumatera Utara tetapi juga Indonesia. Bahkan kalau boleh dikatakan, beliau juga telah memberi kebanggaan bagi bangsa dan negara tercinta ini”. “Selain itu, menurut kami, penghargaan ini pantas diterima oleh beliau yang memang kita ketahui bersama memiliki jasa sangat besar dalam mendukung perkembangan agama Buddha. Pembangunan vihara di sebagian besar daerah di wilayah Pulau Sumatera, dibangun dan didirikan berkat perjuangan yang dilakukan oleh Bhikkhu Jinadhammo. Bahkan beliau tak jarang pula memberi perhatian kepada perkembangan agama Buddha di luar Pulau Sumatera. Selain itu, Bhikkhu Jinadhammo juga sangat memberikan perhatian kepada perkembangan pendidikan agama Buddha. Dari upaya yang telah dilakukan oleh beliau, banyak lahir guru agama Buddha yang sekarang turut membantu MBI dalam upaya melestarikan dan mengembangkan ajaran Buddha.” lanjut Ony

Bhikkhu Jinadhammo Mahathera dilahirkan dengan nama Sunardi, di Desa Jemana, Kelurahan Wates, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada tanggal 3 September 1944. Sejak berusia remaja, ia memelajari dan mempraktikkan ajaran Buddha dengan tekun.

Mulai tahun 1962, Pemuda Sunardi aktif mendampingi (alm) Mahabhikshu Ashin Jinarakkhita Mahasthavira, yang merupakan bhikshu Indonesia pertama sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dan membangkitkan kembali agama Buddha di Indonesia. Bersama Bhikshu Ashin, pemuda Sunardi ikut membantu pengembangan agama Buddha baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa.

Tekad Pemuda Sunardi dalam memelajari dan mempraktikkan Buddha Dharma semakin teguh setelah ia memutuskan untuk bersedia ditahbiskan sebagai samanera dengan nama Dhammasushiyo, oleh Bhikshu Ashin Jinarakkhita.

Pada 8 Mei 1970, bertepatan dengan Hari Suci Waisak, beliau di-upasampada (ditahbiskan menjadi bhikkhu), di Candi Borobudur, Jawa tengah. Setelah menjadi bhikkhu sangha dengan nama Jinadhammo, beliau berangkat ke Wat Boworanives, Thailand, untuk memperdalam Buddha Dharma, dengan mengkhususkan diri pada pelajaran Vinaya (disiplin ke-bhikkhu-an) dan meditasi. Setelah tiga tahun belajar di Thailand, beliau diminta oleh Bhikshu Ashin Jinarakkhita untuk kembali ke Indonesia dan ditugaskan untuk membantu perkembangan agama Buddha di Indonesia, dengan wilayah tugas di daerah Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Melalui semangat pengabdian yang gigih dan tulus dari Bhikkhu Jinadhammo Mahathera, perkembangan agama Buddha di wilayah ini berkembang dengan sangat pesat.

Saat ini, Bhikkhu Jinadhammo Mahathera merupakan anggota Dewan Sesepuh Sangha Agung Indonesia dan merupakan bhikkhu dengan vassa (masa ke-bhikkhu-an) tertua di Indonesia, yaitu 43 tahun.(rel)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

One Response to PENGANUGERAHAN GELAR PHRA KHRU BUDDHADHAMPRAKAT KEPADA YM BHIKKHU JINADHAMMO MAHATHERA

  1. suyanti says:

    halo saya suyanti
    saya mau bertanya?? dan minta bantuan bhikkhu”
    maaf kalau ada salah kata saya…
    saya mau meminta bantuan kepada bhikkhu jinadhammo…
    untuk obati teman saya yg di kerjain sama dukun…
    saya tdk tau harus kemana meninta bantuan…
    bisakah bhikkhu jinadhammo membantu teman saya???
    saya benar2 ke jalan yg buntu… tdk tau harus kemana meminta bantuan!!
    terima kasih dan saya meminta maaf kalau saya tidak sapon..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *