OKNUM TNI CULIK TUAN BARON

Gara Tak Bayar Utang

MEDAN-PM; Terlibat kasus penculikan Tuan Baron Muammar alias Amar (26) warga Jalan Binjai Km 12,5 No.96, Kec. Medan Sunggal, Praka Sahat Silaen diringkus unit Jahtantas Polresta Medan. Oknum TNI bertugas di Bekangdam I/BB tersebut diamankan bersama dua rekannya, Selasa (8/1) malam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun POSMETRO, Rabu (9/1) siang, Amar bersama istrinya Shuma dan saudaranya Barlian melintas di Jalan Gagak Hitam, dekat Coffee Sago, tepat depan perumahan Seroja.

Tuan Baron yang saat itu sedang mengendarai mobil Honda Stream tiba-tiba dipepet mobil Toyota Avanza BK 712 HR. Lalu, Amar keluar berikut istri dan saudaranya guna menanyakan maksud pengemudi yang menyalib jalannya. Praka Sahat pun keluar sembari memukul korban dan mamaksanya masuk ke dalam mobil warna hitam itu.

Tak terima suaminya dipukuli dan diculik, Shuma pun memilih membuat pengaduan ke Polsekta Medan Sunggal. Unit Jahtanras Polresta Medan yang mengetahui kejadian itu lalu melakukan pengejaran.

Berselang beberapa jam, pelaku menghubungi Shuma dan meminta uang tebusan Rp 35 juta. Usai bernegosiasi akhirnya mereka sepakat untuk bertemu di Lubuk Pakam. Petugas yang mengetahui itu langsung bergerak cepat.

Beruntung, petugas berhasil mengamankan Muhammad Hadisyah Putra (22) warga Jalan Thamrin 31, Kecamatan Lubuk Pakam, Deliserdang dan Ronaldi Sahputra (29) warga komplek BI Lama No 64, Pondok Kelapa dan seorang anggota TNI Praka Sahat warga Jalan Sei Sikambing, dan memboyongnya ke Polresta Medan.

Karena Praka Sahat merupakan anggota TNI, unit Jahtanras lalu melakukan kordinasi dengan pihak Denpom dan menyerahkannya kesana.

Menurut keterangan Ronal pada POSMETRO, dirinya nekat melakukan itu karena Tuan Baron mempunyai utang dengan dirinya sebesar Rp5 juta. “Dia utang Rp5 juta dengan aku,” ucapnya.

Dikatakan pria berkumis ini, uang sebesar Rp5 juta diberikan kepada Amar guna merental mobil selama sebulan. Akan tetapi, mobil tak kunjung datang. “Itu uang rental mobil,” sambungnya.

Bukan hanya Ronal yang ditipu Amar, akan tetapi Praka Sahat disebut juga menjadi korban menipuan. “Dengan aku cuma Rp5 juta, dengan tentara itu sekitar Rp15 juta utangnya. Lebihnya, dengan kawan-kawan yang lain,” jelasnya.

Menurut pria bertubuh tambun ini, utang Tuan Baron sekitar Rp 35 juta. “Sekitar 35 juta hutangnya semua, nggak dibayar-bayar. Ditangih-tagih pun, ngelak-ngelak dia,” ucap Ronal yang memakai baju tahanan ini pada POSMETRO.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki didampingi Kanit Jahtanras AKP. Antony Simamora SH mengatakan pihaknya mengetahui aksi penculikan dan penganiayaan itu langsung bergerak cepat.

“Kami langsung bergerak dan langsung mengikuti mobil tersangka begitu mengetahui keberadannya,” kata Yoris membuka pembicaraan pada sejumlah wartawan saat di ruang kerjanya.

Alhasil, para tersangka berhasil ditangkap di Jalan Lubuk Pakam tak jauh dari Polresta Deli Serdang. “Kita tangkap di daerah Lubuk Pakam,” sambung perwira satu melati emas dipundaknya ini.

Mantan Kapolsek Deli Tua ini mengenakan tersangka dengan pasal 171 dan 350 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama. “Ada empat tersangka dan dua diamankan sedangkan satu masih buron belum bisa kita kasih tau identitasnya,” tandasnya.

Sementara, Kapendam I/BB Kolonel Halilintar Sembiring membenarkan Praka Sahat Silaen bertugas di Bekangdam I/BB. “Sudah diserahkan ke Denpom, sekarang lagi diperiksa di Denpom. Kita tunggu nanti hasil pemeriksaannya bos,” ujar Halilintar.(eza/ala/bud)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *