MATERI PELAJARAN ANTI NARKOBA DIMASUKKAN DI SD

Medan (Berita): Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr Pedastaren Tarigan, SH mengatakan, materi pelajaran anti narkoba tidak hanya diterapkan di perguruan tinggi negeri dan swasta, tetapi juga bagi pelajar SD, SMP dan SMA.

“Pendidikan pencegahan dan penanggulangan terhadap narkoba itu, perlu diterapkan terhadap anak-anak sejak usia dini, sehingga mereka dapat lebih mengetahui bahaya dan dampak negatif barang tersebut,” katanya di Medan, Kamis (10/1) mengomentari lima perguruan tinggi negeri dan swasta di Sumatera Utara (Sumut) yang memasukkan materi pelajaran anti narkoba di kampus tersebut.

Kelima perguruan tinggi itu, meliputi Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, Universitas Santo Thomas, Universitas Tjut Nyak Dien dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Pedastaren mengatakan, para pelajar dewasa ini, juga banyak yang terpengaruh dan menjadi pemakai obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Oleh karena itu, menurut dia, dengan dimasukkan pelajaran anti narkoba tersebut, diharapkan dapat mencegah atau mengurangi ketergantungan  para siswa terhadap bahaya narkotika tersebut.

“Program pendidikan yang diterapkan ini, juga sekaligus sebagai kegiatan sosialisasi yang lebih mendalam terhadap efek negatif dan bahaya bagi pengonsumsi narkoba. Kegiatan seperti ini harus didukung sepenuhnya para orang tua dan guru,” ucap staf pengajar pada Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu.

Dia menambahkan, pemberlakuan materi pembelajaran tersebut dinilai sangat terpat untuk mengantisipasi secara dini bagi pelajar agar tidak mudah dipengaruhi pengedar dan gembongn narkoba.

“Para pelajar dan generasi muda harapan bangsa itu harus diselamatkan dari kerusakan mental dan moral akibat pemakai narkoba. Kita juga harus tetap komit dalam pemberantasan narkoba di negeri tercinta ini,” ujar Pedastaren.

Lebih lanjut dia mengatakan, para pengedar narkoba saat ini, sering menjadikan para pelajar sebagai sasaran yang paling mudah membeli barang “haram” yang dilarang pemerintah.

Sehubungan dengan itu, dia berharap agar para pelajar jangan mudah terperdaya bujuk rayu atau “iming-iming” orang yang tidak dikenal dan menawarkan untuk menjual narkoba.

“Pelajar harus tetap mendukung kebijakan pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba di sekolah, kampus perguruan tinggi, di masyarakat dan tempat-tempat lainnya,” kata Pedastaren.

Data yang diperoleh di Polda Sumut pada tahun 2010 jumlah penyalahgunaan narkotika mencapai 2,2 persen dari 12 juta penduduk. Sedangkan berdasarkan data kejahatan narkoba yang diungkapkan Polda Sumut dan jajarannya, tahun 2010 ada 2.718 kasus dan 3.736 tersangka. Sedangkan pada tahun 2011 terdapat 2.728 kasus dan 3.514 tersangka.(ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *