MANTAN BUPATI PALAS KABUR

MEDAN (Waspada): Polda Sumut akhirnya “kecolongan”, setelah mantan Bupati  Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis yang dijadikan tersangka kasus korupsi proyek  multi years Palas sebesar Rp6 miliar melarikan diri (kabur).

Tersangka diketahui kabur ketika penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Poldasu  hendak menjemput yang bersangkutan di kediamannya untuk dilakukan  penahanan.

Kaburnya mantan Bupati Palas itu dibenarkan Direktur Dit. Rerkrimsus Poldasu  Kombes Pol. Sadono Budi Nugroho. “Saat ini Basyrah Lubis diburon, ada  beberapa tempat yang kita curigai sebagai lokasi persembunyiannya, tetapi dia  sudah tidak ada. Tim juga sudah mengejar hingga Jakarta di seputaran Mangga  Dua, juga tempattempat lainnya, tetapi belum berhasil menemukannya,” kata  Sadono kepada wartawan, di Mapoldasu, Kamis (10/1).

Menurut Sadono, saat tersangka diperiksa Jumat (21/12), dibenarkan pulang  dengan jaminan keluarga dan pengacaranya. Kemudian, Rabu (26/12), dia hadir  kembali ke Polda untuk pemeriksaan lanjutan, juga didampingi pengacara Benny  Harahap. Namun usai pemeriksaan tersangka kembali dipulangkan dengan  alasan untuk melengkapi berkas dan dokumen yang diperlukan.

Namun rencana pemeriksaan lanjutan pada Jumat (4/1), Basyrah Lubis tidak  hadir dengan alasan sakit. Melalui pengacaranya Benny Harahap, tersangka  mengirimkan surat sakit kepada penyidik dan berjanji akan memenuhi panggilan  berikutnya setelah sembuh. Disaat itulah kesempatan Basyrah Lubis melarikan  diri.

Sementara Direktur Dit Reskrimsus Kombes Sadono Budi Nugroho yang di desak  wartawan terkait tidak ditahannya Basyrah Lubis, mengatakan tersangka tidak  ditahan karena sakit dan minta di opname.

Kata Sadono, tim penyidik Subdit III/Tipikor tengah berusaha mencari tersangka  yang sudah kabur. Bahkan, kata dia, pemberitahuan keberadaan tersangka juga  tidak ada, karenanya Basyrah Lubis diburon.

Tetapi Sadono kembali meyakinkan wartawan akan menahan Basyrah Lubis  karena dinilai tidak kooperatif. Kasus itu, menurutnya, ditangani Bareskrim  Mabes Polri, Polda Sumut dan Polres Tapsel dengan tersangka Basyrah Lubis,  Ketua DPRD Palas HM Ridho Harahap, Kadis PU Ir Chairul Windu, Pejabat  Pembuat Komitmen (PPK) Abdul Hamid Nasution, dan Bendahara Umum Daerah  Paruhum Daulay. Tetapi Poldasu hanya menangani pemeriksaan Basyrah Lubis  dan Ketua DPRD Palas. Sedangkan yang lainnya ditangani Polres Tapsel.

Sadono mengatakan, rencananya setelah pemeriksaan Basyrah Lubis rampung,  pihaknya segera memeriksa Ketua DPRD Palas, karena surat izin pemeriksaan  sudah keluar dari Plt Gubsu.

Proyek itu berasal dari Dana Alokasi Khusus dan Dana Alokasi Umum (DAK/DAU)  TA 2009 Pemkab Palas, antara lain untuk pembangunan prasarana perkantoran  (proyek multi years) yang dibangun di lahan seluas 5 Ha. Berdasarkan audit  Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, kerugian negara  sebesar Rp6.048. 827.227,73. Selain itu ada temuan pembayaran alat berat  untuk proyek tersebut juga masih menunggak.(m27)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *