EDARKAN SABU DI SIANTAR, EKS BRIMOB DUEL SAMA POLISI

 Ditangkap Tentara, Bebas

SIANTAR-PM; Petualangan M Glora Tarigan alias Tongat (37)  sebagai bandar sabu di Pematangsiantar sekitarnya berakhir sudah.  Setelah beberapa kali lolos,  mantan personel Brimob Tanjung Balai itu akhirnya berhasil dibekuk di pelataran parkir Bank Mandiri Jalan Sudirman, Siantar Barat sekitar 100 meter dari Mako Polres, Kamis (10/1) dini hari.  Menariknya, meski sudah tertangkap basah, tapi pria tinggi tegap yang dipecat  karena kasus narkoba dan cabul tahun 2002 lalu itu tetap melawan, dan  sempat duel sama polisi. Tak Cuma itu, sadar posisinya terjepit, Tongat juga berupaya menyuap petugas Rp 150 juta.

Info yang dihimpun koran ini, Tongat ditangkap setelah lebih dulu membekuk kurirnya, Ahmad Gunawan Siahaan (24) dari kost-kost-an Jalan Sentosa, Kelurahan Asuhan, Siantar Timur dua jam sebelum transaksi. Dari tangan Ahmad  disita 3 paket sabu ukuran kecil. Hasil interogasi di TKP, pria tamatan SMK ini ngaku memperoleh ‘si putih’ tersebut dari Tongat. Bahkan dua pekan terakhir ini ia memang memang diangkat Tongat sebagai kurir. “Kurirnya ini yang lebih dulu dibuntuti dans ditangkap anggota kita,” tegas AKP Sofiyan, Kasat Narkoba Polres Pematangsiantar. Tak mau buruannya kabur, Ahmad lalu dipaksa memancing Tongat ke luar dari sarang. Triknya, Ahmad disuruh memesan 1 gram sabu seharga Rp 2 juta. Semula Ahmad menolak, tapi karena polisi menjanjikan kebebasan, akhirnya Ahmad pun manut juga. Benar saja, satu jam lebih dipancing, akhirnya ikan buruan pun memakan umpan.  Tongat menyepakati lokasi transaksi di Jalan Sudirman, Siantar Barat.

Singkat cerita, setengah jam kemudian, Tongat yang tak sadar dijebak tiba seorang diri di lokasi mengendarai Yamaha RX-King BK 2078 WAA. Setiba di lokasi, polisi yang sudah siaga langsung melakukan penyergapan. Duel sempat terjadi karena Tongat berontak dan ngotot tidak menyimpan narkoba. Karena kalah jumlah, 10 menit kemudian tangan Tongat berhasil diborgol. “Dipaksanya pula aku berduel saat itu,” cetus Sofiyan sembari memperlihatkan kakinya yang luka.

Setelah digeledah, petugas sempat terkecoh karena sabu satu paket itu diselipkan Tongat di saku dalam jaket yang sengaja dimodif. Selain itu, petugas mendapati uang sebesar Rp 7.5 juta yang diyakini hasil penjualan sabu, meski tersangka membantahnya.  Atas barang bukti itu, Tongat yang pernah lari dari rehab narkoba di Bogor pasca ditangkap Intel Korem dari Wisma TNI pada tanggal 12 Desember lalu itu ke mobil personil. Interogasi langsung dilakukan hingga pengembangan berlanjut ke Wisma Simarito, Jalan Adam Malik, Siantar Barat yang dihuninya sebulan terakhir. Dari hasil penggeledahan, polisi kembali mendapati 15 gram sabu dari tas warna coklat milik Tongat yang sengaja ia letakkan di atas meja salah satu kamar wisma. Dalam tas itu juga didapati ratusan bungkus palstik klip untuk memaketi serbuk haram tersebut. Berikut alat menggunakan sabu-sabu serta timbangan digital, sendok terbuat dari kaca juga disita petugas dari dalam tas.

“Si Tongat ini mengaku beli sabu dari seseorang pria asal Bireuen, Aceh. Transaksinya kerap di lakakukan di Marelan Medan,” terang Sofiyan. Masih kata Sofiyan, sesaat setelah diboyong ke Mako Polres, Tongat bahkan sempat menawarkan uang sebesar Rp 150 juta pada polisi. Tak pelak lagi, bogeman mentah ke wajah pria tinggi berkulit hitam ini. “Siapa tak geram, udalah kemarin bebas (ditangkap Intel Korem) karena tak bisa dijadikan tersangka, sekarang mau nyogok pula itu,” geram Sofiyan. Dijelaskannya, sebelumnya Tongat dan Briptu Yunus Sembiring (personel Samapta Polres Simalungun) ditangkap Intel Korem 022 Pantai Timur, Wisma Pantai Timur Jalan Sudirman, Siantar Barat 12 Desember. Tapi Sat Narkoba, sulit membuktikan karena saat penangkapan keduanya berada di ruang lobi. Sedangkan dua personel Intel Korem keburu masuk ke kamar dan justru mengambil sendiri dua paket sabu-sabu berikut alat hisapnya.. “Makanya si Tongat kita serahkan ke rehabilitasi Bogor dan personil Samapta Polres Simalungun diserahkan ke Propam,” terang Sofiyan lagi seraya mengatakan barang bukti uang Rp 39 juta yang sempat disita saat itu, diserahkan kepada orang tua Tongat di Jalan Maluku Kelurahan Banten, Siantar Barat.

Sedangkan Tongat yang mengaku jadi bandar sabu selama setahun hanya untuk mencari uang foya-foya bersama teman-temannya. “Hanya mau enjoy aja sama teman-teman,” kata Tongat, lalu terdiam seribu bahasa. (ndo/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *