BANK DUNIA MINTA LINTAS MEULABOH-CALANG DITUNTASKAN

Banda Aceh (Berita): Perwakilan Bank Dunia di Indonesia meminta Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera menuntaskan pengerjaan fisik badan jalan sepanjang empat kilometer di lintas Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat)-Calang (Kabupaten Aceh Jaya).

“Harapan kami, Pemprov Aceh komit dengan janji sebelumnya untuk menuntaskan pengerjaan fisik sekitar empat kilometer lagi, artinya tahun depan jalur itu sudah masuk dalam agenda anggaran 2013,” kata Operasional Officer Word Bank di Indonesia Agus Samsudin di Meulaboh, Kamis (10/1).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja memantau hasil jalan lintas Meulaboh-Calang bersama Muspida Aceh Barat, yang sudah dituntaskan dan diresmikan pada Senin (7/1).

Kata Agus, tuntasnya jalan lintas Meulaboh-Calang sepanjang 50 kilometer merupakan paket terakhir dari proyek Bank Dunia dan Multi Donor Found (MDF) dalam program hibah Aceh-Nias.

Ia menyebutkan, proyek jalan yang menghubungkan lintas pantai barat Aceh dengan jalan nasional sudah tuntas sesuai target dan sudah memenuhi mutu serta kapasitas sesuai standar jalan nasional di Indonesia.

“Hanya saja lebar bahu badan jalan yang ada di sepanjang empat kilometer itu yang belum rampung, namun mutu dan kapasitas jalan ini sudah sesuai standar jalan nasional,” imbuhnya.

Agus menyatakan, bila dibandingkan dengan daerah lain, pengerjaan proyek di Provinsi Aceh jauh lebih mudah dan cepat tanpa ada kendala berarti meskipun daerah itu pernah didera konflik.

Sejak dilakukan pembebasan 2.100 persil lahan masyarakat hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun sementara diluar Aceh, untuk pembebasan lahan 500-1.000 persil butuh waktu hingga 10 tahun dan masih lagi berbenturan.

Dari pengerjaan fisik, sebut Agus, hasil karya bersama sudah berhasil mempersingkat jarak tempuh dan memberikan kesempatan untuk pengembangan ekonomi lanjutan khususnya di wilayah pesisir barat Aceh sudah terbebas dari terisolir.

“Kami melihat masyarakat Aceh sangat mendukung pekerjaan kita sampai dengan tuntas, hal itu ditandai dengan tidak ada persoalan yang membuat masyarakat di Aceh tidak puas dan sengsara karena lahan mereka diambil,” katanya menambahkan.(ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *