46.736 WARGA MEDAN HIPERTENSI SELAMA 2012

Medan, (Analisa). Selama 2012, ada 46.736 warga Medan dideteksi menderita penyakit hipertensi. Dari jumlah ini, 23.497 laki-laki dan 23.239 lagi perempuan.
“Penderita hipertensi di Kota Medan cukup banyak. Penyakit ini, sudah peringkat dua dari 10 penyakit terbesar di Kota Medan setelah penyakit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut),” sebut Kadis Kesehatan Medan drg Usma Polita Nasution melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Medan Endang Mardianti, Jumat (11/1).

Malah, katanya, jumlah 46.736 penderita yang ada itu baru berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit dan Puskesmas. Padahal, banyak warga yang sebenarnya sudah menderita hipertensi, tapi belum terdeteksi karena tidak memeriksakan diri.

Hipertensi, jelasnya, salah satu faktor risiko paling berpengaruh terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala. Banyak orang baru menyadari bila sudah ada gangguan organ seperti stroke. Tidak jarang hipertensi ditemukan secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan kesehatan rutin atau datang dengan keluhan lain.

Dinkes Medan sendiri, lanjutnya, sudah berupaya membuat penyuluhan dan sosialisasi. Tujuannya, untuk memperkecil angka penderita hipertensi. Di antaranya, mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini hipertensi secara aktif serta meningkatkan akses masyarakat untuk mendeteksi dini.

Menurutnya, walau sosialisasi gencar dilakukan, jika tidak dimulai dengan kesadaran dini masyarakat untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, tentu sosialisasi tidak akan berhasil.

Setelah hipertensi, penyakit pada otot dan jaringan pengikat seperti rematik menjadi penyakit terbesar ke-3. Kemudian disusul Penyakit lain pada saluran pernafasan bagian atas, kulit infeksi, diare, penyakit pulpa dan jaringan periapikal serta gingivitis dan penyakit periodontal.

Pola hidup

“Sekarang pola hidup masyarakat semakin tidak teratur, terutama di kawasan perkotaan. Inilah faktor yang memicu tingginya angka penyakit hipertensi,” terangnya.

Dokter Shereivia Faradillah dari Rumah Sakit Adenin Adenan di Jalan SM Raja mengungkapkan pada umumnya penyakit tekanan darah tinggi sering dialami oleh orang yang usianya sudah setengah baya atau sekitar usia 35 hingga 40 tahun. Tapi kini, orang dengan usia sekitar 30 tahun, sudah ada yang terdeteksi menderita penyakit hipertensi.

Menurutnya, hipertensi disebabkan banyak faktor. Di antaranya usia yang semakin tua, kegemukan, gagal ginjal, merokok, peminum alkohol, stres dan keturunan. Semakin banyak faktor yang dimiliki seseorang, maka semakin besar kemungkinan orang itu terkena hipertensi.

“Karena itu, agar terhindar dari hipertensi, lakukan pencegahan dengan pola hidup sehat seperti olahraga, istirahat dan tidak stres, diet rendah garam dan rendah kolesterol serta menjaga agar tekanan darah tetap normal,” jelasnya.

Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI menambahkan, hipertensi ada dua tipe, primer (essensial) dan sekunder. “Hipertensi primer paling banyak. Penyebabnya multi faktor. Penyakit ini bisa dikendalikan seumur hidup. Sedangkan hipertensi sekunder, bisa dihilangkan kalau faktor penyebabnya hilang. Namun, yang sekunder hanya 10 persen,” sebut Umar. (nai)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *