USUT DUGAAN PERMAINAN’TENDER SPANDUK PILGUBSU SENILAI RP1,4 M

Medan-andalas Dugaan ‘permainan’ proyek spanduk Pilgub Sumut senilai Rp1,4 miliar yang diduga dimenangkan kerabat oknum Petinggi Pemprovsu harus diusut tuntas.  Karena proyek spanduk itu melibatkan diduga melibatkan oknum Sekretaris KPUD Sumut ARL.

’’Pengadaan spanduk Pilgubsu dimenangkan CV Pelangi Nusantara yang diduga fiktif dan merupakan tanggungjawab Sekretaris KPUD ARL  serta panitia tender sehingga diminta aparat penegak hukum agar memeriksa oknum yang terlibat dalam proyek spanduk tersebut,’’teriak  Koordinator Aksi BEM Universitas Alwasliyah Medan Irvanuddin saat menggelar unjuk rasa di Kantor Gubsu jalan Diponegoro Medan, Selasa (8/1).

Irvan meminta Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution tak serta merta melempar tanggungjawab. Apalagi posisinya sebagai Ketua KPUD Sumut.

“Sebagai Ketua KPUD Sumut Irham juga harus bertanggungjawab. kita minta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terkait dugaan permainan proyek spanduk Pilgubsu tersebut. tidak ada alasan bagi aparat penegak hukum untuk mendiamkan kasus ini.

Apalagi Ketua KPUD Irham Buana sudah terang-terangan menyebut nama Sekretaris KPUD sebagai orang yang bertanggungjawab dalam masalah ini,’’katanya.

Selain oknum Sekretaris KPUD yang diduga terlibat, kata Irvanuddin, juga AR sebagai rekanan juga harus diperiksa. Apalagi pemenang tender spanduk Pilgub, yakni CV Pelangi Nusantara, sesuai tertera dalam Lembaga Pengadaan Sistem Elektornik (LPSE) Pemprov Sumut diduga fiktif.

Informasi yang diperoleh, beberapa perusahaan ikut dalam proses tender paket proyek spanduk Pilgubsu di KPUD Sumut. Di antaranya, CV Sukses Orbit Nurani penawar terendah Rp630.093.750. Sedangkan penawar yang tertinggi CV Henokh Rp 1.325.549.200.

Lalu CV Satria Sentosa Rp 692.780.000,00,  CV Tri Daya Utama Rp 727.031.250,00, CV Era Mega
Grafika Rp 769.037.500,00, CV Putra Jaya Rp 769.180.000,00, dan CV Roma (Roha Marsada) Rp 904.750.000,00. CV Barokah Utama Rp1.085.700.000,00. CV Gratia Boru Sasada Rp 1.116.248.200,00, CV Pelangi Nusantara Rp 1.143.862.500,00, CV Raja Lalo Anugrah Abadi Konstruksindo Rp 1.186.017.300,00. Kemudian, CV Doly Prima Jaya Rp1.253.725.000,00, CV Arif Rezki Globalindo Rp1.255.780.000,00 dan CV Henokh Rp1.325.549.200,00.

Setelah berorasi tanpa ada yang menanggapi puluhan BEM UNIVA dikawal aparat kepolisian meninggalkan kantor Gubsu dengan tertib.WAN
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *