TKBM UNJUK RASA MINTA PELINDO LAKUKAN PENGERUKAN

Pelabuhan Belawan Citra Alami Pendakalan

Belawan-andalas Ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan Sektor III melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Belawan, Selasa (8/1).

Dalam aksinya, massa  menyoroti pendakalan Pelabuhan Belawan Citra yang disebabkan kurangnya pemeliharaan oleh perusahaan plat merah tersebut, sehingga sejumlah kapal yang akan sandar ke Dermaga terpaksa ditunda.

Menurut M Yunus, selaku Ketua Aksi dalam oraisnya mengatakan akibat pendangkalan Pelabuhan Belawan Citra, TKBM yang bekerja di Sektor III sudah berbulan-bulan tidak dapat bekerja, alhasil menjadi pengangguran. Padahal para TKBM ini punya keluarga dan anak yang harus disekolahkan.

Untuk itu, pihaknya mendesak dan menuntut Pelindo I Cabang Belawan untuk melakukan pengerukan Pelabuhan Belawan Citra agar dapat disandari kapal cargo yang berdraf besar.

Dikesempatan itu, James Purba SE, salah seorang pengunjuk rasa TKBM  memberi tenggang waktu satu pekan kepada Pelindo I Cabang Belawan memperdalam Pelabuhan Belawan Citra. ‘’Ini dilakukan  supaya kapal-kapal besar dapat merapat dan TKBM bisa bekarja bongkar muat,’’katanya.

Jika permintaan pekerja TKBM ini tak direalisasikan, mereka akan kembali berunjuk rasa dengan jumlah yang besar dengan mengajak dari sektor I sampai IV.

Dikatakannya,pendangkalan Pelabuhan Belawan Citra tersebut dapat dibuktikan sejumlah kapal cargo berdraf 6 meter  bermuatan petikemas kandas masuk ke Dermaga Pelabuhan Belawan Citra.
Soal pendangkalan Pelabuhan Belawan Citra ini sudah dialami sejumlah kapal yang berbobot 3000 DWT tidak dapat sandar. Padahal sebelumnya 5000 DWT bebas masuk pelabuhan ini.

Akibat dari pendangkalan pelabuhan ini pihak pelayaran dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) serta TKBM  dirugikan sebab dana tambat labu dihitung dari waktu masuk ke alur pelabuhan sehingga semakin lama bertambah bayarannya.

Selanjutnya Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) tidak bekerja maksimal akibat kapal lama menunggu baru bisa sandar ke dermaga. Bahkan  sekarang ini sama sekali kapal tidak dapat sandar lagi.

Kembali ke M Yunus, ditegaskannya, jika hal itu tidak diperhatikan pihak Pelindo I Cabang Belawan maka semakin memperburuk  citra Pelabuhan Belawan ini dimata pengguna jasa kepelabuhanan baik nasional maupun international.

Pendangkalan Pelabuhan Belawan itu dimulai dari Gudang 201-203, kapal bisa sandar ke dermaga pada saat naik pasang besar. Mengingat alur itu terabaikan dari pengerukan pihak Pelindo I Cabang Belawan yang biasanya dikerjakan Pengerukan Indonesia (Rukindo).’’Padahal biaya pengerukannya mencapai Rp 48 miliyar per tahun,’’katanya.

General Manager (GM) Pelindo I Cabang Belawan Ir Syahputra Sembiring yang berusaha dikonfirmasi wartawan  tidak dapat ditemui, meskipun terlebih dahulu telah dijumpai stafnya. (DP)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *