PROYEK HOTMIX HALAMAN KEJARI STABAT JADI PERGUNJINGAN

Stabat-andalas Bambang itu ‘sahabatnya’ Asep.  Jadi, ya tidak mungkin Asep mau dan tega ‘mengganggu’ Bambang.  Itulah anggapan dan anekdot yang berkembang saat ini di Kabupaten Langkat terkait dengan pelaksanaan proyek hotmix jalan halaman kantor PN dan Kejari Stabat yang dituding menyalah, karena melanggar ketentuan Perpres No : 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tender Pengadaan Barang dan Jasa, sebab belum ditenderkan tapi sudah dilaksanakan.

Anggapan dan anekdot tersebut memang wajar mencuat, sebab masyarakat kecewa dan bertanya-tanya, mengapa kasus proyek pengaspalan jalan di halaman kantor PN dan Kejari Stabat itu tidak ditanggapi aparat penegak hukum. Padahal, jelas proyek yang dilaksanakan Dinas PU Langkat tersebut melanggar hukum dan peraturan.

Kadis PU Langkat Ir Bambang Irawadi pun digambarkan sebagai ‘sahabat’ dari Kajari Stabat H Asep Nana Mulyana SH MHUM.  Jadi, ya wajar jika Asep  itu tidak tega dan mau mengganggu sahabatnya. Apalagi, Bambang itu bukan sahabat biasa, tapi sahabat yang mau memberikan hadiah dan upeti kepadanya.

Direktur Investigasi LPPM Pusat, Misno Adi menyatakan, patut disayangkan mengapa Bupati Langkat melakukan pembiaran.  Hal itu tentu menimbulkan kesan melecehkan penanda tanganan MoU fakta integritas yang dilakukan tanggal 19 Maret 2012 lalu

Padahal, dalam MoU  itu jelas mengharuskan para pejabat (SKPD) untuk pro aktif mencegah dan memberantas korupsi di lingkungan kerjanya masing- masing berdasarkan Instruksi Presiden Nomor : 9 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Karena itu, Misno pun menilai bahwa sebenarnya ya sudah sepatutnya, Kejatisu memanggil dan memeriksa Kadis PU Langkat Ir. Bambang Irawadi, Kabid Bina Marga Julius Ginting dan Panitia Tender yang terdiri dari Ketua Japair, Sekretaris Burhanuddin dan Anggota yang terdiri dari Apriadi, Dino Hasiholan dan Surya Darma Ginting karena tidak melaksanakan proses tender sebagaimana yang diatur dalam dalam Perpres Nomor : 54 Tahun 2010.

“Namun apa mau dikata. Kajari Stabat tidak mungkin mau dan tega untuk melakukan hal tersebut,” ujarnya.(BD)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *