PERGUB KAWASAN TANPA ROKOK DISOSIALISASIKAN

Medan-andalas Yayasan Pusaka Indonesia, Aliansi Total BAN Sumatera Utara (Sumut) dan AJI Medan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut mengelar sosialisasi Peraturan Gubernur No 36 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan Rabu (9/1) di Hotel Garuda Plaza Medan ini, hadir sebagai pembicara Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dokter spesialis jantung, Prof Sutomo Kasiman dan Tubagus Haryo Karbyanto dari Jakarta.

Ketua Panitia Pelaksana OK Syahputra Harianda mengatakan selain mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) KTR ini, kegiatan ini juga bertujuan menyampaikan sebuah pembelajaran penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok di beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia khususnya Bogor dan Jakarta.

“Kita sangat apresiasi terhadap lahirnya Pergub ini, untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok, KTR merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa, baik individu, masyarakat, parlemen, maupun pemerintah,” kata OK Syahputra kepada wartawan, Selasa (8/1).

Menurutnya, dari hasil penelitian bahwa konsumsi rokok dan tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut, dan kelainan kehamilan.

Penyakit-penyakit tidak menular tersebut saat ini merupakan penyebab kematian utama di dunia, termasuk di Indonesia.

“Konsumsi tembakau/rokok membunuh satu orang setiap detik, membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35 sampai dengan 69 tahun,” sebutnya.

Dari data epidemic, sambungnya,  menunjukan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus maka diproyeksikan akan terjadi 10 juta kematian pada tahun 2020, dengan 70% kematian terjadi di negara sedang berkembang.

“Berdasarkan gambaran tersebut menunjukan rokok telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu segera ditangani secara serius,” tukasnya.

Dirinya menilai, pembangunan kesehatan penting sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran.

Kemauan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dan ini sudah diatur dalam pengamanan zat adiktif sesuai dalam Pasal 113, Pasal 116, dan Pasal 119 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (YN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *