PENGADAAN TEMPAT TIDUR RSUD KABANJAHE DIDUGA MENYIMPANG

Menelan Dana Rp 2,7 Miliar Lebih

Tanah Karo-andalas Proyek pengadaan tempat tidur pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2012 senilai Rp 2,7 miliar lebih,  dikerjakan PT Winatindo Bratasena beralamat di Jalan Matahari No 24 Medan diduga menyimpang.

Munculnya dugaan praktik penyimpangan pengelolaan anggaran itu, mengacu pada keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dr Tery Surbakti, yang terkesan kurang rasional, kepada sejumlah wartawan, Senin (7/1).

Surbakti menyatakan, dirinya tidak mengetahui berapa unit tempat tidur yang diterima RS tersebut. “Saya tidak mengetahui berapa jumlah (unit) tempat tidur beserta perangkatnya yang diterima pihak rumah sakit ini. Namun sepengetahuan saya, barang tersebut sudah digunakan di ruang perawatan, dan proses pencairan dana pun sudah clear,”ujar PPK, yang juga Dirut RSUD Kabanjahe itu.

Setelah ditelusuri wartawan ke sejumlah ruangan perawatan pasien di RSUD Kabanjahe. Memang benar, terlihat tempat tidur bermerk Paramount Bed dengan sistem stel dengan perangkat meja dan box obat telah terpasang di ruangan 1. Namun fasilitas tersebut terlihat sederhana saja, dan terkesan kurang sesuai dengan harganya.

Beberapa sumber di lokasi mengatakan, jumlah tempat tidur tersebut sebanyak 85 unit. Namun sumber  tidak dapat merinci harga per unit. “Saya dengar tempat tidur yang baru ini sekitar 85 unit, tapi harga satu perangkat saya tidak tahu persis,” ujar salah seorang perempuan paruh baya berpakaian putih.

Jika benar keterangan sumber, tentang jumlah tempat tidur pasien tersebut, berarti harga per unit mencapai Rp 32 juta lebih. Dengan kata lain, harganya sangat fantastis, dan terdapat dugaan penggelembungan harga (mark-up).

Karenanya, fakta/ temuan ini perlu terus ditelusuri guna memperjelas penggunaan anggaran yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat.”Pasalnya, dana tersebut berasal dari uang rakyat, tentu sepenuhnya harus apat dinikmati kembali oleh rakyat,”ujar salah satu Aktivis LSM di Tanah Karo, bermarga Barus. (LAMS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *