PASIEN TRAUMA DAN PENYAKIT KRONIK PENUHI ICU RSUPM

Medan-andalas Pasca libur Natal dan Tahun Baru 2013, Ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Pirngadi Medan (RSUPM) dipenuhi pasien yang mengalami trauma/ benturan dan penyakit kronik.

Direktur RSUPM dr. Amran Lubis, SpJP (K) FIHA mengatakan, biasanya ini disebabkan karena meningkatnya kasus kecelakaan dan banyaknya pasien penyakit kronik yang mengalami keletihan dan mengonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi pasca libur tersebut.

“Ini arus balik pasca Natal dan Tahun Baru kemarin. Saat mau menjelang Natal dan Tahun Baru mereka pulang atas permintaan sendiri dari RS. Namun, setelah liburan usai, mereka yang minta pulang tadi, masuk kembali ke RS Pirngadi akibat kelelahan, kecapekan serta banyak pasien kronik yang tidak bisa mengontrol makanan saat libur tahun baru itu,” jelas¬† Amran, Senin (7/1) di RSUPM.

Disebutkannya,  penyakit kronik yang memerlukan perawatan intensif di ICU seperti penderita diabetes dengan komplikasi, gagal jantung dengan hipertensi, gagal ginjal dan lainnya.

“Di ruang ICU kita ada 10 bed, namun yang paling banyak pasien yang mengalami trauma akibat benturan. Jika ruangan dalam kondisi penuh, tetapi ada pasien juga yang membutuhkan ICU, maka bisa dititip di High Defensif Unit (HDU) yang ada alat penunjang kehidupan dan monitoring,” katanya.

Namun, katanya, jika ruangan HDU juga penuh, maka pihak RS akan mencari RS lain yang ruang ICU nya kosong.

“Jadi kami yang mencari RS-nya. Jika pasien jamkesmas dan Medan Sehat, maka kami rujuk ke RS yang melayani pasien Jamkesmas dan Medan Sehat juga,” imbuhnya seraya menambahkan membludaknya jumlah pasien disebabkan juga pelayanan yang diberikan kepada pasien semakin baik.

Sementara 24 Ruang ICU RSUP H. Adam Malik Medan juga penuh. Baik itu ruang ICU dewasa, pasca bedah, anak dan stroke. “Namun, ini bukan dikarenakan pasca libur natal dan tahun baru, setiap saat penuh. Tetapi jika penuh, pasien yang membutuhkan ICU bisa diletakkan ke HDU.

Jadi peletakkan pasien baik di HDU dan ICU berdasarkan diagnosa dokter,” ujar Kasubbag Humas Sairi M. Saragih.

Terpisah, dokter spesialis penyakit dalam DR. dr. Umar Zein, MARS, DTMH, SpPD, KPTI mengatakan, penyakit kronis itu apalagi di tahun baru bisa disebabkan karena tidak bisa mengendalikan diri atau diet seperti makan makanan yang manis atau asin.

“Ini bisa menyebabkan tekanan darah naik dan bisa stroke. gagal ginjal juga karena dari makanann dan bisa menyebabkan hypertensi,” katanya.

Penyebab lain, sebutnya, bisa juga karena tidak mengikuti pola makan yang sudah ditetapkan atau mungkin juga lalai dalam menggunakan obat. ” Mungkin juga kurang teratur melakukan kontrol ke rumah sakit.Pasca lebaran dan tahun baru memang penyakit kronik bisa kambuh lagi,” jelas Umar Zein mengakhiri. (YN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *