POLISI KANTONGI TERDUGA PEMERKOSA RS

[JAKARTA] Misteri meninggalnya Rs (11), bocah kelas V SD yang diduga menjadi korban tindak kekerasan mulai menunjukan titik terang. Bahkan, Polres Jakarta Timur telah mengantongi nama yang diduga menjadi pelaku kekerasan yang dialami Rs (11) yang meninggal dunia di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Minggu (6/1) lalu. Nama ini muncul setelah pihak kepolisian memeriksa 16 orang saksi.

“Saksi-saksi ini berasal dari lingkungan keluarga, bapak, ibu, kakak, kakak ipar termasuk tetangga. Dari jumlah itu mengerucut ke arah tersangka,” kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Mulyadi Kaharni kepada wartawan di Mapolres Jakarta Timur, Senin (7/1).

Dikatakan Mulyadi, tak hanya mengantongi satu nama, pihaknya telah mengantongi lima nama yang diduga menjadi pelaku kekerasan seksual yang dialami Rs. Mulyadi memberi petunjuk, kelima nama itu berasal dari lingkungan yang dekat dengan Rs.

“Masih dilingkup kampung situ saja,” katanya.

Meski telah mengantongi beberapa nama, Mulyadi mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil visum dari RSUP Persahabatan dan otopsi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang hingga kini belum diterimanya. Dikatakan, hasil visum dan otopsi ini hanya untuk kepentingan penyidik dan menjadi dasar penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut pihak kepolisian.

“Disampaikan secara tegas hasil visum dan otopsi hanya utk kepentingan penyidikan. Tidak bisa konsumsi umum, mengapa ini terjadi. Apapun hasil visum dan otopsi akan menjadi pekerjaan kepolisian, karena meninggalnya tidak wajar,” kata Mulyadi.

Pihak RSUP Persahabatan telah mengambil sampel pada bagian organ korban, terutama pada organ vitalnya. Pengambilan sampel itu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ada bagian organ individu lain pada organ kelamin korban.

“Untuk mengaitkan kalau ada sisa kekerasan seksual, masih ada sisa akan kita kaitkan, karena visum atau otopsi belum keluar,” katanya.

Dengan petunjuk-petujuk yang ada ini, Mulyadi berharap usaha jajarannya untuk mengungkap kasus yang minim nyaris nihil data awal ini dapat segera terbayar.

“Kita sudah berbuat untuk kasus ini. Semoga bisa segera mengungkap kasus ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rs, yang diduga menjadi korban kekerasan seksual meninggal dunia di ICU RSUP Persahabatan dalam kondisi koma pada pukul 06.00, Minggu (6/1).

Tim dokter hanya menjelaskan Rs meninggal dunia karena mengalami infeksi pada bagian otak. Namun, dokter belum dapat memastikan penyebab apakah infeksi itu akibat luka pada kemaluannya atau bukan.

Rs adalah putri bungsu dari enam bersaudara pasangan suami istri A (50) dan S (54) yang tinggal di daerah Cakung, Jakarta Timur. Kondisi bocah yang duduk di kelas 5 SD itu dua bulan terakhir menurun drastis hingga ia kejang dan mengalami penurunan suhu tubuh.

Pada Sabtu (29/12) lalu, kondisi Rs semakin menurun hingga akhirnya ia dibawa ke ICU RSUPP. Saat dokter akan memasukan obat anti-kejang, ditemukan luka lama tak tertangani seperti sariawan besar pada area kemaluan Rs yang memanjang hingga ke dubur bocah malang tersebut. [F-5]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *