PERAMPOK BOBOL MESIN ATM BRI

Dari hasil rekaman CCTV, mesin ATM dibawa kabur tiga pelaku yang mengenakan celana pendek.

DEPOK – Aksi kejahatan di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya kian mengganas. Perampokan yang terjadi di Kota Depok, misalnya, tidak lagi hanya menguras barang-barang berharga dan uang di dalam minimarket seperti yang terjadi selama tahun 2012.

Para pelaku kejahatan juga semakin nekat dan berani. Kawanan penjahat itu bahkan memboyong mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang ada di dalam toko Indomaret.

Peristiwa yang membuat gempar ini terjadi di Jalan Usman, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Minggu (6/1). Kasus ini baru diketahui sekitar pukul 09.00 WIB saat salah seorang karyawan minimarket bernama Mayudin akan membuka pintu toko. Ternyata, gembok pintu sudah terbuka. Namun, barang-barang di dalam toko itu tidak diganggu pelaku.

Kejadian yang diperkirakan pada pukul 04.00 WIB itu dan kini sedang ditangani petugas Polsek Beji dan Polresta Depok, diduga kuat telah direncanakan para pelaku. “Saya sangat terkejut saat melihat pintu toko gemboknya sudah terbuka. Hanya saja, saat kami masuk ke dalam toko, barang-barang jualan masih utuh. Kejadian ini langsung saya laporkan ke petugas Polsek Beji,” kata Mayudin.

Agung (41), seorang saksi mata menuturkan, sebelum toko itu dibongkar, dia sempat melihat dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor. Kedua pengemudinya mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. “Perhatian kedua orang itu selalu pada toko Indomaret,” katanya. Diperkirakan keduanya sedang mempelajari situasi di sekitar lokasi.

Modus pelaku masuk minimarket itu, lubang kunci rolling door dan pintu kaca toko dirusak. Setelah masuk, kawanan penjahat itu menjadikan boks uang ATM BRI yang ada di dalam toko menjadi sasaran. Aksi tersebut tampaknya sudah direncanakan dengan matang jauh-jauh hari.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Depok, Komisaris Febriansyah mengatakan, dari hasil rekaman CCTV yang ada di dalam toko, mesin ATM BRI dibawa kabur tiga pelaku yang mengenakan celana pendek.

Namun, wajah mereka tidak dapat dikenali karena para pelaku menutupi wajah dengan kain seperti ninja. “Satu mesin ATM Mandiri yang letaknya tidak jauh dari ATM BRI tidak berhasil dibawa kabur,” ujarnya.

Tewas Dilakban

Dia mengatakan, kasus perampokan mesin ATM BRI ini cukup rapi. Setelah berhasil membongkar mesin ATM, para pelaku mengangkatnya dengan menggunakan troli dan membawa kabur dengan menggunakan mobil.

“Kasus ini sedang kami dalami dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk karyawan toko Indomaret,” tuturnya. Selain memeriksa saksi-saksi, dipanggil juga dua petugas pengantar uang ke mesin ATM BRI untuk dimintai keterangan. “Belum dapat diketahui berapa jumlah uang yang berada di dalam mesin ATM karena hari libur,” ia menambahkan.

Sementara itu, di Jakarta Selatan, perampokan terjadi di sebuah toko telepon genggam (handphone) di Jalan Minangkabau Dalam, Kelurahan Menteng Atas Setia Budi dekat Pasar Minangkabau. Penjaga toko, Imam (20), tewas dibunuh pelaku. Diduga kuat, pelakunya merupakan orang sekitar. Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Setia Budi, Komisaris Rif Tazudin, Minggu.

Pelaku, ucap Rif, membekap mulut korban menggunakan lakban hingga tewas dengan posisi tertelungkup di lantai. Penjahat itu pun membawa kabur 25 telepon genggam. Hasil autopsi, korban tewas karena kehabisan napas saat bagian wajahnya dilakban.

“Dalam tubuh korban tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan,” tuturnya. Kini pihaknya masih melakukan penyidikan atas kejadian itu. (Toar S Purukan)
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *