PENERTIBAN HEWAN TERNAK SESUAI PERWAL

MEDAN – Banyak masyarakat Kota Medan yang menolak saat Tim Terpadu Pemerintah Kota Medan melakukan penertiban hewan ternak berkaki empat.

Belum lama ini, masyarakat kawasan Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor melawan Tim Terpadu Kota Medan yang terdiri dari Satpol PP Kota Medan, Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan, pihak Kecamatan, Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Polresta Medan, Brimob Polda Sumut, dan Kodim, saat hendak dilakukannya penertiban hewan berkaki empat. Seorang pemilik hewan yang tidak terima hewan ternaknya disita oleh tim terpadu Kota Medan berusaha membawa kabur ternaknya.

Menurut anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Jumadi mengatakan, penertiban binatang berkaki empat ini didasari oleh peraturan Peraturan Walikota (Perwal) Kota Medan No.22 Tahun 2009 tentang larangan memilihara hewan kaki empat dikawasan pemukiman masyarakat di wilayah Kota Medan.

“Semuanya dilakukan untuk perbaikan Kota Medan ke depan, tidak ada ada unsur lain dibalik penertiban ini. Kita harapkan kepada masyarakat kota Medan untuk menyadari itu semua, sebab tujuan dilakukannya penertiban binatang berkaki empat ini hanya satu, yakni untuk perbaikan kota Medan menuju Kota Metropolitan” ujar Jumadi, di Medan, hari ini.

Sebagaimana peraturan yang telah di keluarkan, Bendahara Fraksi Partai Keadilan Sejehtera (F-PKS) DPRD Medan ini menegaskan semua binatang ternak kaki empat yang ada di kota Medan ini termasuk babi dan lembu akan ditertibkan.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *