MENINGGALNYA RS MASIH MENYISAKAN MISTERI

[JAKARTA] Meninggalnya Rs (11) pada Minggu (6/1) masih menyisakan misteri yang hingga kini belum juga terungkap. Setelah pihak rumah sakit enggan menjelaskan secara rinci mengenai sakit yang diderita Rs, pihak kepolisian juga belum dapat memastikan apakah Rs korban kekerasan seksual atau bukan.

Dengan informasi yang minim nyaris nihil, saat ini, jajaran Polres Jakarta Timur dengan dibantu Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih terus mengembangkan kasus ini.

Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Toni Harmanto mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh anggota yang ada untuk membantu mengungkap kasus ini.

“Semua anggota kita jalan,” kata Toni usai bertemu jajaran Polres Jakarta Timur, di Mapolres Jakarta Timur, Senin (7/1).

Terkait visum dan otopsi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Toni menyatakan hasil visum dan otopsi bukan untuk dipublikasikan.

“Visum dan otopsi bukan untuk dipublikasikan. Nanti secara resmi ada waktunya,” katanya.

Sejauh ini sudah 16 saksi yang diperiksa oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP M. Saleh mengatakan, dari sejumlah saksi itu, sudah mengerucut ke beberapa nama yang diduga menjadi pelaku pemerkosaan Rs. Namun, Saleh mengatakan, informasi ini masih terus akan didalami.

“Penyelidikannya masih berjalan dan terus kita kembangkan,” kata Saleh.

Dikatakan Saleh, hasil visum dan otopsi Rs, yang rencananya akan diterima pihaknya pada Senin (7/1) dan Selasa (7/1) menjadi dasar dan alat bukti dalam mengungkap pelaku pemerkosaan.

“Kalau memang meninggal karena diperkosa, kami punya buktinya,” ujar Saleh.

Dari 16 orang saksi, empat orang di antaranya Asri (50) ibunda Rs, Hendra kakak ipar Rs dan Ari kakak kandung Rs serta Yono kerabat Rs.

“Kami tadi dijemput dari rumah di Cakung lalu dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan,” kata Yono.

Dikatakan Yono, para saksi diperiksa secara terpisah di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Timur sejak pukul 09.30 WIB sampai saat ini.

“Kami diperiksa diruangan yang terpisah, sesampainya di Polres Jaktim kami langsung dibawa satu-satu,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo telah melayat ke rumah korban di Jalan Rawa Bebek RT 02/01, Kelurahan Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Selain mengungkapkan bela sungkawa, Jokowi mendengar penjelasan ayah Rs dan anggota keluarga lainnya mengenai sakit yang diderita Rs sejak beberapa bulan lalu hingga meninggal dunia di ruang ICU (Intensive Care Unit) RSUP Persahabatan, pada Minggu, (6/1).

Sebelum meninggalkan kediaman Rs setelah 30 menit berbincang, Jokowi  Memberikan santunan sejumlah uang tunai yang dimasukkan kedalam sebuah amplop berwarna coklat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rs, yang diduga menjadi korban kekerasan seksual meninggal dunia di ICU RSUP Persahabatan dalam kondisi koma pada pukul 06.00, Minggu (6/1).    Tim dokter hanya menjelaskan Rs meninggal dunia karena mengalami infeksi pada bagian otak. Namun, dokter belum dapat memastikan penyebab apakah infeksi itu akibat luka pada kemaluannya atau bukan.

Rs adalah putri bungsu dari enam bersaudara pasangan suami istri A (50) dan S (54) yang tinggal di daerah Cakung, Jakarta Timur. Kondisi bocah yang duduk di kelas 5 SD itu dua bulan terakhir menurun drastis hingga ia kejang dan mengalami penurunan suhu tubuh.

Pada Sabtu (29/12) lalu, kondisi Rs semakin menurun hingga akhirnya ia dibawa ke ICU RSUPP. Saat dokter melakukan penanganan penanganan pertama, ditemukan luka lama tak tertangani seperti sariawan besar pada area kemaluan Rs yang memanjang hingga ke dubur bocah malang tersebut.[F-5]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *