KKTGA: BATALKAN ATURAN ‘NGANGKANG STYLE’

BANDA ACEH – Sekretaris Dewan Eksekutif Kelompok Kerja Tranformasi Gender Aceh (KKTGA), Mariaty Ibenz mengatakan, jika masyarakat dirugikan terkait dengan adanya peraturan walikota tentang larangan duduk mengangkang dalam mengendarai sepeda motor.

“Kalau itu dianggap merugikan masyarakat yah masyarakat bisa mengajukan gugatan atau class action,” katanya kepada Waspada Online , hari ini.

Namun, jelasnya, akan sangat sulit bagi masyarakat untuk mengajukan gugatan tersebut, karena hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan stigma negatif bagi para penggugat karena akan dilabel sebagai anti syariat. “Persoalan ini juga nanti menjadi sulit,” ujarnya.

Oleh karenanya, saat ini pihak Gerakan Perempuan Aceh (GPA) sedang menyusun langkah-langkah hukum dan upaya yang mungkin akan dilakukan agar peraturan tersebut dapat dapat ditunda, atau setidaknya dibatalkan.

“Sebelum langkah hukum, kita juga akan kordinasi dengan kawan-kawan gerakan perempuan di nasional,” sebutnya.

Ia juga berpendapat, sebenarnya aturan walikota tersebut tidak perlu diatur dalam bentuk regulasi yang sifatnya mengikat seperti itu, karena sebenarnya banyak hal yang harus dipikirkan lagi daripada mengurus hal-hal seperti ini.

“Hal ini memperlihatkan pejabat kita miskin gagasan dan miskin ide, sehingga mengatur hal-hal yang sebenarnya tidak subtantif,” tandasnya.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *