KORUPTOR MUDA GEMAR BERINVESTASI DI ASURANSI

TEMPO.CO, Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menduga para koruptor muda lebih suka berinvestasi di asuransi untuk mencuci uang hasil korupsi. Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan, mereka banyak memilih menggunakan premi tunggal asuransi. “Ini pengamatan pribadi saya. Beberapa kali modus jadi tren yang digunakan koruptor usia 30 hingga 40 tahun,” kata Agus di kantor PPATK, Jakarta, Senin, 7 Januari 2013.

Premi tunggal asuransi menjadi pilihan favorit koruptor muda karena dinilai aman dan menguntungkan. Agus mencontohkan, seorang pegawai muda berusia 39 tahun dan mempunyai beberapa anak balita, kerap memberikan premi tunggal senilai Rp 1 miliar kepada anaknya yang masih balita. “Jadi saat anaknya nanti umur 25 tahun akan kaya,” katanya.

Selain premi asuransi tunggal, modus pencucian uang oleh koruptor muda juga dilakukan dengan menyimpan uangnya di reksadana dan saham. “Jadi kami banyak menemukan modusnya seperti ini,” kata Agus.

Sedangkan untuk koruptor yang usianya di atas 50 tahun, Agus menyatakan mereka kerap melakukan tindak pencucian uang dari hasil ladang korupsinya dengan bermain di deposito, beli tanah, dan mobil. “Mereka masih main dengan modus seperti ini. Jadi sepertinya ada pergeseran tren modus pencucian uang,” kata Agus.
sumber : tempo

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *