WARGA KELUHKAN PROYEK RUMAH TAK LAYAK HUNI

Batu Bara-andalas Proyek rumah tak layak huni dari Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, disoal. Pasalnya, bahan material berupa beroti yang diberikan sudah mulai lapuk. Akibatnya program rumah tak layak huni yang rencananya akan direhabilitasi itu nyaris tak maksimal.

Bahan material berupa beroti itu sudah lama diberikan ke kita, tetapi karena belum lagi kerjakan. Alhasil berotinya lapuk akibat lama tersimpan. “Sedangkan batu bata dan semennya belum juga diberikan lagi,” beber warga Desa Indrayaman, desa pemekaran kepada andalas, Kamis (3/1).

Menurut warga, bantuan rumah tak layak huni yang didapat mereka pada prinsipnya harus disyukuri. “Namun, dalam teknis pelaksanaannya perlu dievaluasi sehingga bantuan itu tidak sia-sia belaka alias mubazir,”ujarnya.

Warga bersyukur mendapatkan bantuan tersebut, tetapi hendaknya Dinas Sosial Pemkab Batu Bara harus lebih mendahulukan bahan material berupa semen dan batu bata.

Sebab, dengan tersedianya bahan-bahan itu, bangunan akan bisa bertahan lama. “Jangan seperti sekarang, pelaksanaanya belum dikerjakan, tetapi yang didistribusikan malah beroti yang tidak tahan lama,” keluh warga itu yang enggan menyebut jatidirinya. (zn)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *