USIA TANAM CABAI MERAH RENTAN BANJIR

MedanBisnis – Medan. Usia tanam cabai merah di Dusun I, Desa Pematang Jering, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, rentan terhadap cuacara terutama banjir, karena sebagian petani mulai menanam pada awal dan pertengahan Desember 2012.
Sulaiman, salah seorang petani cabai merah asal daerah itu, mengatakan hal tersebut kepada MedanBisnis melalui telepon, Jumat (4/1). “Awal Desember lalu sebagian petani mulai menanam cabai merah, sebagian lagi baru pertengahan Desember. Dengan demikian usia tanam cabai itu rentan terhadap cuaca dan kita mewaspadai banjir,” jelas Sulaiman.

Menurutnya, sebagai tindakan mengantisipasi banjir, petani cabai merah menyiapkan mesin penyedot air untuk digunakan menguras apabila curah hujan tinggi dan air menggenangi ladangnya.

Diungkapkan Sulaiman, pada musim lalu dirinya mengalami kerugian, sebab pohon cabai merah yang buahnya tinggal beberapa hari lagi akan dipanen rusak diterpa hujan deras dan dia tidak sempat menguras air karena mesin penyedot miliknya rusak. “Jadi, ya tak jadi panenlah kita. Harusnya kita bisa untung Rp 2,5 juta,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, para petani harus sering mengecek ladangnya jika huran deras mengguyur. “Tak jarang kami menyedot air sejak pagi hingga sore,” kata Sulaiman yang mengaku kerap mengecek ladangnya yang berjarak dua kilometer dari rumahnya biarpun malam. (dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *