POLSEKTA MEDAN KOTA RINGKUS ENAM TERSANGKA

Medan, (Analisa). Memasuki 2013, Polsekta Medan Kota meringkus enam pelaku kejahatan dari berbagai lokasi. Dari tangan tersangka, polisi menyita dua sepeda motor, ganja kering serta sebilah senjata tajam (sajam) jenis badik.
“Tersangka masing-masing SL (41) penduduk Jalan Garu II. Pelaku diringkus di Jalan HM Jhoni diduga hendak merampok, Rabu (2/1) dinihari,” kata Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, SiK, Jumat (4/1).

Dijelaskan, saat itu SL bersama dua rekannya usai minum-minuman keras melintas berboncengan tiga dan melihat seorang pengendara sepeda motor. Menduga calon korbannya remaja, mereka memepetnya ternyata si pengendara roda dua Kanit Reskrim Iptu Gunawan.

Merasa calon korbannya tak sesuai, pelaku berlalu. Namun Kanit Reskrim yang curiga mengejar dan menghentikan mereka. Saat digeledah, dari balik saku SL ditemukan badik sedangkan dua rekannya berhasil kabur. “Hasil interogasi, yang bersangkutan tak mengaku hendak merampok, meski demikian kita yakin ketiganya akan melakukan aksi kejahatan,” terang Sandy.

Kemudian, WPP (19) penduduk Jalan Sakti Lubis yang terlibat pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tersangka diringkus dari kediamannya usai bersembunyi di rumah keluarganya di Pancur Batu. “Sebelumnya rekan WPP, yaitu A sudah ditangkap,” tegas Sandy.

Jambret

Selanjutnya, F (33) penduduk Jalan Serdang ditangkap karena melakukan penjambretan telepon seluler. Sayang, seorang rekannya berhasil melarikan diri. Lalu FS (22) penduduk Jalan Mangkubumi juga terlibat kasus penjambretan.

Pihaknya juga mengamankan BS (18) penduduk Jalan Brigjen Katamso gang Bidan yang ditangkap akibat menggunakan ganja kering. Dari tangannya, polisi menyita satu amplop kecil dan selinting ganja yang akan digunakan.

Kemudian, operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), AP (22) penduduk Jalan Willem Iskandar/Pancing. “Tersangka diringkus karena membobol kartu kredit milik orang,” kata Sandy.

Dijelaskan, awalnya pemilik kartu kredit mengisi BBM di SPBU Jalan Brigjen Katamso. Saat pembayaran menggunakan kartu kredit dan AP mengaku kartu tersebut tidak bisa digunakan. Kemudian korban menyerahkan kartu kredit lainnya dan bisa dimanfaatkan.

Namun setelah itu AP hanya menyerahkan satu kartu kredit kepada pemiliknya kemudian langsung berlalu. Kemudian kartu kredit yang tertinggal dimanfaatkan untuk berbelanja. “Telepon seluler, pakaian, celana dan sebagainya telah dibeli. Sedangkan korban yang awalnya tidak sadar, terkejut karena tagihan kartu kreditnya melonjak. Akhirnya si pemilik ingat dan mencari AP di SPBU,” jelas Sandy. Usai mendapat laporan, pihaknya melakukan pemeriksaan dan diketahui AP merupakan pelaku pembobol kartu kredit tersebut. (hen)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *