DI LAU KAWAR PARKIR SEKALI BAYARNYA DUA

Menyambut tahun baru, banyak pihak membuat agenda perayaan. Kemeriahan ini menimbulkan efek hadirnya pedagang dadakan. Tidak hanya di pusat kota, melainkan di berbagai tempat.
Meraup untung juga dilakoni para pengelola tempat wisata. Ada saja cara mereka untuk mendapatkan uang masuk lebih banyak dibanding hari-hari biasanya, salah satunya di obyek wisata camping  Danau Lau Kawar, Tanah Karo, pada malam pergantian tahun, Senin (31/12). Pengunjung yang datang ke lokasi dipaksa untuk membayar jasa parkir sampai 2 kali untuk setiap kendaraan.

Lau Kawar ( medanbisnis/sri mahyuni)

Pembayaran pertama dilakukan di pos pintu masuk area wisata Dana Lau Kawar. Akan tetapi di pos tesebut tidak terlihat plang pengumuman daftar retribusi.

Sementara untuk setiap kendaraan sepeda motor yang masuk wajib membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 dan mobil Rp 15.000. Pembayaran diserahkan kepada 2 orang petugas yang tidak mengenakan seragam layaknya petugas retribusi.

Pembayaran kedua kembali ditagih saat pengunjung akan bergerak pulang tetapi oleh seorang nande-nande. Ada sekitar 20 mobil dan puluhan sepeda motor yang parkir tepat di depan tenda. Dalam satu malam itu, bisa diperkirakan mereka meraup untung hampir mencapai Rp 1 juta.

“Kami jaga malam di sini. Kalau ada kendaraan kalian yang hilang, kami juga yang ganti,” kata seorang ibu-ibu yang bertugas mengutip uang parkir kepada salah seorang pengunjung.

Protes keras pun dilontarkan pengunjung karena sebelumnya mereka merasa sudah membayar di pintu masuk. Tapi mengapa di saat akan pulang ada penagihan lagi? Apalagi selama mereka di situ, tak satu pun terlihat ada petugas ronda yang menjaga kendaraan mereka. Toh mereka sendiri yang menjaga karena mereka semalaman tidak tidur.

Soalnya “Kan kami sudah bayar tadi malam, Bu. Jelas-jelas kendaraan kami dihitung. Kata abang-abang yang jaga tadi malam, karena kami rombongan jadi karcis masuk sama karcis parkirnya satu aja. Tapi kenapa sekarang ditagih lagi,” ujar pegunjung dengan wajah kaget.

Tidak perduli dengan penjelasan si pengunjung, ibu-ibu tadi bukannya bertanya pada petugas pintu masuk sebelumnya, dia malah marah-marah. Dia tetap ngotot meminta pengunjung menunjukkan tiket parkir. Jika tidak ada, dia tetap menganggap pengunjung tersebut belum membayar.

Ironisnya, penjaga yang sebelumnya juga tidak meluruskan persoalan. Dia malah seperti tidak tahu apa-apa dan malah menghindar. Setiap kali ditanya, dia tidak menjawab dan pura-pura sibuk dengan kegiatannya.

Tingginya tarif masuk ke lokasi wisata Lau Kawar tak dibarengi dengan kondisi areanya yang begitu memprihatinkan. Jorok dan seperti tidak terurus. Jika kondisi seperti ini dibiarkan terus menerus, dikhawatirkan suatu saat wisata Danau Lau Kawar akan ditinggalkan. (sri mahyuni)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Jelajah Objek Wisata Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *