SYAIFUL TAK TAHU HASIL KAJIAN PPATK TERKAIT TRANSAKSI MENCURIGAKAN

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Syaiful Syafri mengaku belum bisa mengomentari hasil kajian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyatakan Provinsi Sumut merupakan terbanyak kedua dilaporkan terindikasi transaksi mencurigakan terkait bidang pendidikan. Syaiful mengaku belum tahu-menahu mengenai kajian PPATK ini.

“Bagaimana saya mau mengomentari. Kan saya belum mengerti maksudnya seperti apa,” ujar Syaiful Syafri dikonfirmasi www.tribun-medan.com via selularnya, Jumat (4/1/2013) sore. Syaiful sempat meminta dijelaskan hasil kajian PPATK tersebut. Ia mengucapkan terimakasih atas informasi yang ditanyakan padanya itu.

“Apa dibuat rupanya?, Aku terimakasih kali diinformasikian hal ini. Supaya bisa ku cek, soalnya aku nggak tahu juga tentang ini,” ujar Syaiful sembari meminta link pemberitaan dari Kompas.com mengenai hal tersebut.

“Tapi kan nggak dibuat disitu apakah di Dinas Pendidikan Sumut atau di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Sumut?,” tanya Syaiful setelah beberapa saat mendengar penjelasan www.tribun-medan.com.

Seperti dikutip www.tribun-medan.com dari Kompas.com menyebut dalam kajian periode Semester II tahun 2012, PPATK mendapatkan tiga provinsi yang terbanyak dilaporkan terindikasi transaksi mencurigakan terkait bidang pendidikan. Ketiga provinsi itu ialah DKI Jakarta (58,6 persen), Sumatera Utara (10,7 persen), dan Riau (7,9 persen).
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *