RAMBU LALULINTAS YANG REPOTKAN PENGENDARA JADI AJANG TILANG

Tebingtinggi,(Analisa). Rambu lalulintas dipasang timbal balik terlindung kios pedagang kaki lima persis di lokasi persimpangan Jalan KH.Ahmad Dahlan Kota Tebingtinggi, sempat merepotkan warga masyarakat pengendara pengguna jalan ini, karena rambu tidak terlihat dengan jelas sebab terlindung kios pedagang kaki lima yang ada dilokasi itu dijadikan ajang “Tilang pihak Satlantas Polres Tebingtinggi.
Rambu lalulintas yang dipasang timbal balik itu dari arah depan terlihat tanda larangan masuk ke Jalan KH.Ahmad Dahlan Kota Tebingtinggi. Sedangkan dibagian belakangnya terlihat tanda dilarang membelok ke kanan. Kondisi pemasangan rambu lalu lintas yang tidak terlihat secara terang dan jelas luput dari perhatian pengguna jalan disana karena banyaknya kios yang terkesam nenutup rambu terpasang dijadikan pula ajang Tilang oleh petugas Satlantas Polres Tebingtinggi, tidak tertutup kemungkinan dapat dijadikan ajang pungli oleh oknum petugas yang sengaja mencari keuntungan pribadi.

Warga pengguna jalan di daerah ini berharap kepada Kapolres Tebingtinggi dan dinas instansi terkait agar menanggapi masalahnya dan menertibkan keberadaan rambu yang terlindung itu, sehingga tidak dijadikan ajang tilang maupun disalahgunakan oleh oknum yang kurang bertanggung jawab, keluh warga masyarakat pengguna jalan dilokasi itu.

Seperti halnya menurut warga pengguna Jalan KH.Ahmad Dahlan kepada Analisa Jum’at (3/8) saat berbelok kekanan kearah Jalan Sutomo, persis di depan Mesjid Raya Kota Tebingtinggi dirinya tiba tiba disetop petugas Satlantas Polres Tebingtinggi yang jaga didepan pintu keluar jalan itu, setelah memberikan salam selamat pagi kepada pengendara sepeda motor dimaksud langsung bertanya STNK dan SIM dan dijawab pengendara ada pak.

Selanjutnya petugas menjelaskan, pengendara dilarang berbelok kekanan, meski si pengendara sepeda motor menyatakan dirinya tidak tahu dan tidak melihat ada rambu yang terpasang disitu karena terlindung sehingga luput dari pengelihatan, namun petugas tetap ngotot mengeluarkan Surat Tilang sambil berkata ini mau bayar disini atau dikantor ?. Karuan saja si pengendara itu jadi bengong dan memilih untuk membayarnya dikantor saja mudah mudahan bisa disetorkan ke kas negara, celetuk warga pengguna jalan pada wartawan, kemudian petugas menyerahkan Surat Tilang sambil menahan STNK Sepeda motornya.

Menanggapi keluhan warga pengguna jalan berkaitan pemasangan rambu lalu lintas terlindung kios pedagang kaki lima di lokasi Jalan KH.Ahmad Dahlan Kota Tebingtinggi. Ketua Komisi I DPRD Tebingtinggi Zulfikar ketika dikonfirmasi Analisa di Ruang kerjanya, mengatakan rambu dibuat untuk penataan lalu lintas, maka dilihat dari sisi efektifitas penataan terkait dengan posisi pemasangan rambu.

Karena rambu sebagai media informasi bagi masyarakat pengguna jalan. pemasangan rambu harus nampak terang dan jelas terlihat tidak boleh terlindung, jelas Ketua Komisi I DPRD Tebingtinggi membidangi ketertiban keamanan, hukum dan perundangan penerangan dan pers serta perhubungan kependudukan dan lainnya.

Dikatakan Zulfikar kalau dipasang samar-samar atau terlindung dapat membuka peluang pengguna jalan untuk tidak melihatnya karena terlindung bisa saja luput dari pengelihatan, sehingga berdampak menyulitkan pihak petugas.

Di samping itu pihak petugas dalam hal ini petugas lalu lintas Polres Tebingtinggi harus bersikap arif dan bijak sana apakah si pengguna jalan memang tidak melihatnya, ujar Zulfikar.

Pantauan Analisa dilapangan beberapa Rambu lalu lintas yang ada di Kota Tebingtinggi ada yang hilang di copot oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti rambu lalulintas di persimpangan Jalan Senagin membelok ke Jalan HAR.Syihab Kota Tebingtinggi selama ini terpasang tanda larangan masuk persis didepan Ruko dan jalan ini merupakan jalan satu arah.

Namun rambu yang terpasang disana kini telah raib entah kemana, membuat arus lalu lintas dilokasi Jalan HAR Syihab Kota Tebingtinggi yang termasuk wilayah jantung kota jadi semrawut. Tak ayal lagi sering terjadi kucing-kucingan antara petugas Satlantas dan pengguna jalan yang membuat tontonan gratis warga sekitar.

Bahkan Jalan HAR Syihab Kota Tebingtinggi itu dijadikan pula sebagai aktifitas bongkar muat barang dari truck bertonase tinggi sehingga mirip terminal bongkar muat barang. Jalan HAR.Syihab Kota Tebingtinggi saat ini sulit dilalui dan sungguh memacetkan arus lalu lintas disana.keluh warga masyarakat pengguna jalan.
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *