POLRES BIREUEN BONGKAR SINDIKAT TRAFFICKING, 2 WANITA DITANGKAP

BIREUEN (Waspada): Petugas dari Polres Bireuen menciduk dan mengamankan dua wanita berstatus janda, R, 35, warga Juli, kabupaten Bireuen dan S, 41, warga Lhokseumawe, yang diduga sebagai penjual seorang anak, Nur, warga Juli.

Dengan pengungkapan kasus ini, polisi akan membongkar sindikat human trafficking jaringan internasional dari kabupaten setempat.

“Kita terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan trafficking internasional,” ujar Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono melalui Kasat Reskrim Iptu Benny Cahyadi, Rabu (2/1).

Menurut Yuri, dua tersangka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda, setelah pihaknya menerima laporan korban. “Pertama kita tangkap R di kediamannya.”

Sehari setelah itu, lanjutnya, petugas menangkap tersangka S, lalu keduanya dibawa ke Mapolres, namun tersangka R sempat dititip ke Rutan karena dia menunjukkan gelagat yang mencurigakan. “Dari pengakuan kedua tersangka jaringan trafficking ini ada kelompok tersendiri secara terpisah sehingga kesannya terputus dan tidak saling mengetahui, makanya untuk mengungkapnya juga berantai dan membutuhkan waktu,” katanya.

Selain itu, tambah Benny, selama ini sulitnya terbongkar jaringan trafficking, karena tidak ada pengaduan atau pengakuan dari para korban kepada pihak penegak hukum. Sedangkan kasus yang dialami Nur, terungkap karena korban tertangkap polisi Malaysia, lalu dideportasi kembali ke asalnya.

Lalu diberitakan media mulai dari diculiknya, hingga dia kembali ke kediamannya. Selain korban juga berani menceritakan kepada media saat dikonfirmasi dari awal hingga akhir di samping melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi.

Sementara R mengakui perbuatannya, namun dia mengaku tidak mengetahui kalau perbuatannya sudah dianggap trafficking. “Saya menjadi takut setelah baca koran bahwa saya sudah dianggap memperjualbelikan Nur, memang saya mendapat upah Rp500 ribu dari S,” katanya.

Tersangka R juga berkilah dia bukan menculik Nur, namun dia membenarkan membawa Nur tanpa diketahui orangtuanya.

Adapun tersangka S mengakui, dia menerima Nur setelah diserahkan temannya R tanpa mengetahui Nur membawanya tanpa diketahui orangtuanya. (cb02)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *