PEMDES KUBAHSENTANG RANCANG PERDES PENGELOLAAN AREAL PERTANIAN

Pantailabu, (Analisa). Upaya untuk melakukan pembenahan dan pemeliharaan infrastruktur serta pemberdayaan potensi khususnya pertanian, Pemerintah Desa (Pemdes) Kubahsentang, Kecamatan Pantailabu, Deliserdang, sedang merancang pembuatan Peraturan Desa (Perdes) tentang pengelolaan areal pertanian.
Demikian dikatakan Kepala Desa Kubahsentang M. Syamsul didampingi Sekretaris Desa M Syahran dan aparatur pemerintahanan desa pada rapat bersama 4 Kelompok Tani (Koptan) di kantor desa tersebut, Jumat (4/1).

Rencana pembuatan Perdes tentang pengelolaan areal pertanian dibutuhkan untuk memberdayakan potensi desa yang dapat menyokong peningkatan kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat terutama petani yang mayoritas dilakoni penduduk Desa Kubahsentang.

Keberadaan Perdes tersebut tambah Syamsul, juga untuk memetakan potensi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Kubahsentang yang selama ini mengalami kendala karena banyak areal pertanian tidak diketahui pemilik aslinya yang bukan penduduk setempat.

Pasalnya, PBB merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi penunjang pembangunan. Ironisnya, tahun 2012 PBB Desa Kubahsentang yang dapat ditargetkan hanya sekira Rp 31 juta sementara dana pembangunan yang sudah dilaksanakan lebih banyak dari angka tersebut.

Selain itu, Perdes yang bakal disahkan dan menunggu persetujuan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan menolong petani desa setempat untuk bisa ikut serta menggunakan lahan-lahan pertanian milik penduduk yang tidak bermukim di desa tersebut.

Desa Kubahsentang yang dulunya masuk dalam program Inpres Desa Tertinggal (IDT) terdiri dua dusun memiliki luas areal persawahan sekira 150 hektar dan sekira 30 persennya merupakan areal milik bukan penduduk setempat.

Perdes tersebut bakal membantu petani di Kubahsentang yang tidak semuanya memiliki lahan pertanian sendiri dengan memanfaatkan porsi lahan dengan ketentuan biaya sewa sesuai pasar atau kesepakatan dengan pemilik.

“Perdes ini nantinya tidak saja berlaku untuk penduduk Desa Kubahsentang, tapi juga berlaku bagi warga luar yang punya lahan pertanian di desa ini” tegasnya.

Infrastruktur Pertanian

Selain membicarakan rancangan Perdes tentang pengelolaan areal pertanian, rapat tersebut juga membahas upaya menjaga dan memelihara infrastruktur pertanian yang ada seperti, benteng jalan tani, jalan utama, saluran pembuangan sampai batas jalan serta batas areal masing-masing lahan.

Dalam rapat tersebut terungkap, ada petani dari warga desa lain yang bercocok tanam di areal Desa Kubahsentang namun dinilai kurang menjaga infrastruktur pertanian yang sudah ada. Bahkan badan jalan umum serta pembatasnya ditanami pohon pisang, birah serta rumput gajah.

Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu kegiatan penduduk Kubahsentang serta potensial menimbulkan masalah antara petani dengan warga setempat sehingga harus diingatkan sejak dini.

“Harapan saya, jangan ada yang rusak. Siasati dengan baik. Jangan karena untuk mengambil keuntungan sendiri, tapi merugikan orang lain. Saya tidak mau itu” tandas Syamsul.

Ungkapan senada juga ditegaskan Sekretaris Koptan Mawar Putih Syahroni, agar petani yang memanfaatkaan badan jalan dengan tanaman pisang, rumput gajah dan pohon birah segera membersihkannya untuk menghindari permasalahan dengan warga setempat.

Syahroni berharap, apa yang disampaikan dalam rapat tersebut menjadi peringatan yang harus dilakukan dengan tenggang waktu akhir, Minggu (6/1) sudah dibersihkan. “Kalau ini tidak dilakukan, maka kami dari warga desa akan bertindak” tegas Syahroni.

Peserta rapat juga menyepakati akan melakukan gotorngroyong, Minggu (6/1) pagi dan turut dihadiri Ketua Koptan Mawar Putih Ramli A, Ketua Sinar Tani Masharianto, Ketua Maju Bersama Abdul Gani dan Sekretaris Setia Kawan Ngatino serta beberapa petani. (ak)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *