PELINDO TAK MENYANGKA PEMBUANGAN SEDIMEN PICU ‘RED TIDE’

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Manajemen PT Pelindo II Cabang Panjang terkejut, tidak menduga bahwa munculnya fenomena red tide di Ringgung kemungkinan dipicu aktivitas pembuangan sedimen pengerukan.

Kepala Humas Pelindo II Cabang Panjang Banu Astrini mengatakan, kajian pengerukan Pelabuhan Panjang dilakukan secara terencana dan memenuhi berbagai perizinan resmi, termasuk kajian lingkungan hidup.

“Kami juga sudah melakukan pengujian-pengujian dan melapor ke pemerintah serta adpel. Sungguh itu tidak terduga. Jika saja bisa diantisipasi, itu sudah kami lakukan sejak dulu,” ujar Banu, Jumat (4/1/2013).

Menyusul ramainya pemberitaan soal kaitan pengerukan pelabuhan dan fenomena red tide, Manajemen PT Pelindo II bersikap tanggap dengan mengundang para pembudidaya ikan dan pihak terkait pada Jumat itu. Ia mengatakan, penentuan wilayah sekitar Pulau Tegal sebagai lokasi pembuangan limbah sedimentasi bukanlah tanpa alasan. “Itu dipilih karena lokasinya dalam dan sedimen mudah menyebar, tidak menumpuk,” ujarnya.

Untuk membuktikan adanya keterkaitan munculnya red tide yang telah membunuh ratusan ribu ikan dengan pembuangan limbah sedimen, PT Pelindo akan melakukan serangkaian tes independen.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *