KORBAN BANJIR DITEMUKAN TEWAS, RIBUAN WARGA MASIH MENGUNGSI

[BANDA ACEH] Rajul Huda (9) warga Desa Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar ditemukan tewas, Jumat (4/1) pukul 17.00 kemarin korban pada Rabu (2/1) lalu terseret arus banjir bandang saat pulang ngaji dikawasan itu, bocah itu ditemukan oleh tim dari Brimob Detasemen A Pelopor Polda Aceh.

Upaya pencarian korban dengan melibatkan dua peleton Satuan Brimob Detasemen A Pelopor Polda Aceh, Badan SAR Nasional Aceh, tim Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA), dan warga. Seekor gajah juga dikerahkan guna membersihkan anak sungai yang dipenuhi sampah banjir dan pepohonan yang tumbang.

Komandan Kompi Brimob Detasemen A Pelopor Polda Aceh Inspektur Satu Wahyudi mengatakan, korban terseret arus bersama bersama sepuluh orang lainnya, tetapi sembilan bocah lain mampu menyelamatkan diri sedangkan korban tidak bisa diselamatkan karena saat kejadian arus sangat deras.

Korban ditemukan dua hari pasca banjir, saat ditemukan kemarin sore kaki kanannya putus dan kulit kepala terkelupas akibat terseret arus. Banjir bandang terjadi dari Lembah Seulawah hingga Seulimuem, dan Krueng Raya. Air banjir ini berasal dari pegunungan Seulawah.

Ayah korban, Saiful Hadi (48) serta abang kandung Toha Hadi langsung histeris saat melihat jasat korban. Sementara di Bireuen meskipun air sudah kering, namun sekitar 3.000 korban banjir bandang masih mengungsi disejumlah titik terutama korban banjir di Kecamatan Jeunib, mereka belum pulang kerumah karena perkampungan mereka berantakan dan tempat tinggalmengalami rusak berat sehingga belum  bisa ditempati kembali pasca banjir.

Kepala BPBD Bireuen, Agussalim menyebutkan sebanyak 85 Desa di 8 Kecamatan terkena dampak banjir bandang yang menghantam kabupaten Bireuen Rabu (2/1) malam dengan ketinggian air mencapai 2 meter, akibatnya banyak fasilitas publik rusak berat dan ringan.

Korban banjir yang masih  bertahan di camp pengungsian adalah warga Kecamatan Jeunieb dengan titik pengungsian di Desa Cot Glumpang Baroh, Matang Nibong, Blang Mee Barat, Blang Raleu dan Janggot Seungko jumlah pengungsi 3.416 jiwa ditambah 300 jiwa wagra kecamatan Pandrah. Penyaluran logistik berupa beras, lauk pauk dan mie instan dari petugas Dinsosnakertrans sesuai dengan kebutuhan para korban banjir, sehingga tidak ada masalah makanan untuk pengungsi kata Kepala BPBD Bireuen.

Untuk membersihkan lokasi banjir sepanjang Jumat kemarin kata Agussalim tim gabungan Pemkab Bireuen bersama warga, melakukan gotong royong membersihkan saluran irigasi dan jalan-jalan umum, upaya membersihkan tidak hanya di fokus pada penanganan kerusakan infrastruktur, warga bersama sejumlah prajurit TNI dari Kodim 0111/Bireuen membersihkan sekolah yang terendam banjir bandang.(147)
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *