KEBANYAKAN MAIN INTERNET BISA BIKIN MATI OTAK

Anak-anak harus diajarkan menggunakan tangan mereka sendiri.

LONDON – Salah seorang penemu terkemuka Inggris memperingatkan ‘generasi Google’ yang gemar menggunakan internet untuk segala keperluan terancam bahaya bisa mengalami ‘mati otak’.

Trevor Baylis, penemu radio engkol itu, mengatakan bahwa anak-anak akan kehilangan kreativitas dan kemampuan prakteknya karena mereka terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer.

Lelaki berusia 75 tahun itu mengungkapkan kekhawatirannya bahwa generasi penemu di masa datang akan hilang karena banyak anak muda yang terbiasa tidak membuat sesuatu dengan menggunakan tangan mereka sendiri.

Namun ia mengatakan bahwa anak-anak bisa menemukan kembali kemampuan vital mereka jika sekolah-sekolah menggunakan Meccano, – mainan merakit sebuah konstruksi, seperti jembatan, mobil, truk, pesawat terbang, dan lainnya – , serta mainan praktek lainnya.

“Anak-anak harus diajarkan menggunakan tangan mereka sendiri, dan tidak menjadi tergantung pada telepon genggam atau komputer,” sahut Baylis.

“Mereka seharusnya menggunakan komputer saat-saat tertentu saja, namun ada begitu banyak orang yang kini bermain dengan menggunakan komputer mereka yang menghabiskan seluruh waktu mereka hanya duduk saja.”

“Mereka tergantung pada mesin pencari Google. Banyak anak-anak yang akan menjadi mati otak jika mereka menjadi sangat tergantung pada internet, karena mereka tidak akan mampu melakukan hal-hal seperti yang dilakukan orang-orang di masa lalu.”

Sambil mengenang bagaimana ia memulai karirnya sebagai seorang penemu sejak masih kecil dulu, Baylis menyatakan bahwa ia baru berusia lima atau enam tahun ketika ia mulai menciptakan perangkat. “Saat zaman perang, ketika saya sedang tidak sekolah saya biasa pergi keluar rumah dan mengumpulkan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi,” ujar Baylis.

“Suatu hari, saya sedang berada di luar dan pergi ke rumah yang terletak di sekitar sudut jalan dimana saya dibesarkan di Southall, Middlesex dan ada seorang ibu yang mengatakan, “Saya mempunyai satu boks berisi barang-barang untuk kamu Trev, kamu sebaiknya membawa kereta dorong.” Lalu saya membawa boks ini dan dalam perjalanan pulang saya merasa tergoda dan saya melihat isi kotak itu dan ternyata di dalamnya ada satu set Meccano yang besar sekali.”

“Jika saya ingin membuat motor beroda lima, maka saya bisa membuatnya, atau membuat sebuah truk pengangkat barang. Dan disitulah pentingnya, karena pengalaman itu akan tetap membekas bersama Anda seumur hidup Anda.”

Baylis yang mendapat penghargaan OBE tahun 1997, meyakini bahwa tantangan-tantangan sederhana yang diberikan di sekolah dengan menggunakan alat-alat seperti Meccano akan memberikan anak-anak kemampuan yang tak ternilai harganya.

“Dengan Meccano Anda bisa membuat ulang versi Anda sendiri, misalnya, Jembatan Pelabuhan Sydney,” sahutnya.

“Jika Anda kembali memperkenalkan Meccano ke siswa sekolah dasar dan SMP kemudian Anda mempertandingkan kelas satu melawan kelas dua – Anda memiliki waktu empat jam untuk membuat Jembatan Pelabuhan Sydney dan kita lihat siapa yang paling kuat.”

Banyak temuan Baylis merupakan peralatan yang bisa membantu orang cacat.

Ia teringat motivasi terbesarnya adalah berkat kecelakaan yang pernah dilihatnya saat ia masih bekerja sebagai pemain pengganti di sebuah sirkus.

“Saya melakukan aksi melarikan diri di bawah air di sebuah sirkus Berlin tahun 1970. Ketika saya bekerja di sirkus itu saya menjalin hubungan dengan seorang bintang penari balet udara, seorang gadis cantik dari Wina,” ungkapnya.

“Satu malam, ia terpelanting keluar dari jaring dan terkena di bagian sisi dan meninggal saat pertunjukan baru berlangsung separuhnya dan kejadian itu benar-benar membuat saya patah hati.”

“Tiba-tiba saya tersadar bahwa menjadi cacat itu mudah sekali terjadi.”

Baylis masih memiliki sebuah bengkel tempat ia bekerja menghasilkan karya-karya ciptaannya di tempat tinggalnya di Twickenham, di barat daya London. Saat ini ia sedang melobi pemerintah untuk lebih melindungi hak intelektual atas karya-karya penemu.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *