RATUSAN KARYAWAN PDAM TIRTASARI BINJAI TERANCAM PHK

BINJAI- Akibat terus mengalami kerugian setiap tahunnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtasari Binjai Jalan Mongonsidi, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, berencana melakukan penyusutan terhadap jumlah karyawannya. Setidaknya dari 214 pegawai yang masih aktif, akan disusutkan hingga setengahnya.

“Bertahun-tahun perusahaan ini mengalami kerugian. Kalau mereka (karyawan) tidak mau diberhentikan, silakan bekerja seperti biasa tanpa gaji,” ungkap Dirut PDAM Tirtasari Binjai Yusmansyah saat  dikonfirmasi, Kamis (3/1).

Idealnya, bilang Yusmansyah, karyawan PDAM Tirtasari berjumlah seratusan orang saja, namun saat ini, karyawan yang ada berjumlah 200 orang lebih. Sehingga harus dilakukan perampingan agar biaya operasional karyawan tidak membengkak. “Dimana-mana semua perusahaan melakukan rasionalisasi termasuk kita juga melakukan hal itu,”ucapnya.  Dirinya juga enggan dianggap melakukan pengurangan karyawan secara pihak.

“Jika dibilang pemutusan sepihak, saya tanya kalian, mau dimana kita letakkan mereka ini, jika ada instansi lain yang menerimanya silahkan ajukan kepada saya, biar kita tempatkan disana,” kilahnya.

Disinggung soal langkah yang akan diambilnya untuk membangkitkan kembali PDAM Tirtasari, Yusmansyah malah mengembalikan pertanyaan tersebut. “Saya tidak mau ada beban, jika kalian sanggup, silahkan kalian ajukan diri biar saya teken,” sebutnya.

Sesuai informasi yang didapat, PDAM Tirtasari sempat memiliki utang sebesar Rp 42 miliar kepada Kementerian Keuangan. Sampai sejauh ini, utang tersebut masih belum diselesaikan.

Disisi lain, rencana pihak perusahaan memangkas karyawannya yang sudah menjadi honorer daerah, dengan melakukan ujian tes psikologi, membuat kepanikan bagi sejumlah karyawan.

Sejumlah karyawan menilai, langkah perusahaan yang ingin memutus hubungan kerja dengan karyawan melalui tes psikologi ini dinilai sepihak karena pengangkatan mereka dilakukan secara sah melalui rekrutmen tenaga honorer menjadi pegawai tetap pada masa Dirut PDAM Tirtasari Zul Umri sesuai SK No: 01/PDAM-TS/SK/Dir/III/2009, dan SK No: 375/PDAM-TS/SK/Dir/III/2009. Kini, nasib ratusan karyawan tinggal menunggu waktu pengumuman hasil tes psikologi yang jadwalkan bakal diumumkan pada bulan ini juga.

“Kita sekarang sudah serba salah, mau kerja tapi nanti takutnya tidak lulus tes psikologi, kita tidak bekerja dianggap lalai dan melanggar aturan, jadi sekarang kita binggung,” ungkap salah seorang karyawan yang minta namanya dirahasiakan.
Dengan adanya aturan psikotes itu, ratusan karyawan hanya bisa pasrah menunggu hasil keputusan yang nantinya diumumkan. Selama hasil tes belum diumumkan pihak perusahaan, maka karyawan PDAM Tirtasari ini, hanya datang mengisi absen sembari menunggu hasil pengumuman.
Puluhan Mahasiswa Demo PDAM Tirtasari Binjai

Dalam kesempatan yang sama, puluhan orang mengatasnamankan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AM2PSU) menggelar demo di depan kantor PDAM Tirtasari Binjai. Puluhan mahasiswa menuntut agar pihak kepolisian dan Kejasaan Negeri (Kejari) Binjai menangkap oknum yang mengakibatkan perusahaan air minum tersebut mengalami kerugian miliaran rupiah. Dalam orasinya, mahasiswa juga meminta pihak berwajib untuk mengaudit biaya operasional PDAM Tirtatasi Binjai, selama kepemimpinan Zul Umri yang terindikasi merugikan negara dan mengakibatkan PDAM Tirtasari Binjai merugi.

“Kami meminta pihak berwajib melakukan audit investigasi terhadap kerugian yang dialami PDAM Tirtasari. Kami menilai, ada indikasi korupsi dalam pengelolaan keuangan PDAM semasa pimpinan Zul Umri,” ujar Koordinator Aksi Akhmad saat menyampaikan orasinya.
Mahasiswa juga mengancam, jika tuntutan tersebut tidak diindahkan dalam waktu tujuh hari ke depan, maka mahasiswa akan membawa massa yang lebih besar lagi.  “Tolong tuntutan kami ditindaklanjuti, jangan sampai kami menurunkan massa yang lebih besar,” tegasnya.(ndi)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *