PARADEP TAXI KECEWAKAN PENUMPANG

MedanBisnis – Medan. Puluhan penumpang asal Pematang Siantar menuju Kota Medan, Kamis (3/1), harus kecewa dengan pelayanan Paradep Taxi. Bukannya mengantarkan penumpang ke Medan, taksi itu malah menelantarkannya di terminal di Jalan SM Raja, Pematang Siantar. Penumpang semakin kecewa karena mereka dialihkan ke taksi plat hitam ilegal.
Informasi yang dihimpun MedanBisnis, puluhan calon penumpang Paradep Taxi, Kamis (3/1), itu sudah menunggu sejak pukul 09.15 WIB, karena diberikan kabar bahwa kendaraan akan berangkat pada pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 13.30 WIB, pihak pengelola dan mandor di terminal Paradep Taxi, Jalan SM Raja Pematang Siantar, Sumut itu belum juga terlihat akan memberangkatkan penumpang.

Seorang penumpang, Junita Sianturi kepada MedanBisnis menuturkan puluhan penumpang bersama keluarganya juga sudah berada di terminal itu sejak pagi. Namun, hingga siang hari, pihak pengelola dan mandor di terminal itu tidak terlihat juga mempersiapkan bus untuk memberangkatkan penumpang.

Bahkan, di lokasi terlihat empat bus ukuran 3/4 dan minibus L-300 terparkir di belakang. Namun, pihak pengelola sama sekali belum menyuruh penumpang untuk naik ke mobil tersebut. Tidak sampai di situ, saat Junita mempertanyakan pada pengelola dan mandor di terminal itu mengenai jadwal keberangkatan malah mendapatkan jawaban yang tidak menyenangkan.

“Petugas di loket itu malah bilang pada saya, empat mobil itu tidak bisa berangkat karena tidak ada sopir. Saat saya tanya, kenapa tidak ada sopir cadangan, malah dijawab dengan kasar oleh pegawai Paradep Taxi di Siantar itu. Dia malah menyuruh saya dan keluarga serta puluhan penumpang lain menunggu armada datang dari Medan,” cetusnya.

Selain itu, Junita juga menceritakan dirinya bersama puluhan penumpang lain diminta bersabar. Namun, saat dirinya komplain mengenai waktu yang sudah memasuki tengah hari, dirinya belum juga diberangkatkan malah dijawab dengan jawaban yang kasar.

Dia menuturkan, dia malah ditawari tambahan Rp 20.000 lagi dari harga tiket sebelumnya. Sementara, dua tiket bersama suaminya yang telah dibelinya sebesar Rp 40.000 per orang harus ditambah lagi Rp 20.000.

“Jadi, per orang. Kita dibebankan Rp 60.000 untuk berangkat. Katanya tidak ada armada lagi, jadi harus naik mobil pribadi berupa Kijang Innova. Namun harus menambah Rp 20.000 dari harga tiket yang sudah saya beli Rp 40.000. Tiket tidak perlu dipulangkan, hanya ditambahkan uang Rp 20.000 saja,” ungkapnya.

Meski terpaksa, dia harus menyanggupi arahan dari mandor dan pegawai Paradep Taxi itu. Pegawai Paradep Taxi juga mengatakan, mobil pribadi Toyota Kijang Innova BK 1207 itu merupakan armada milik Paradep Taxi.

“Saya kecewa, karena mereka menelantarkan penumpang lama. Lalu malah menyuruh tambah uang ongkos Rp 20.000 per orang agar diberangkatkan naik taksi plat hitam milik mereka. Itu kan ilegal,” cetusnya pada MedanBisnis.

Sementara itu, Pemilik Paradep Taxi, Paradep yang dikonfirmasi MedanBisnis mengaku dirinya akan melakukan kroscek ke lapangan atas laporan tersebut. Namun setelah dilakukan kroscek, Paradep hanya meminta maaf pada penumpang. Dia juga mengaku bahwa taksi plat hitam itu bukan milik perusahaannya.

“Taksi plat hitam itu bukan punya kita. Tapi punya Raja Taksi dan Karsa. Saya sudah tegur dan tanya pegawai saya. Saya sudah minta maaf pada penumpang atas ketidaknyamanan ini. Kita akan mengganti dua kali lipat ongkos mereka. BK 1207 Innova itu tolong dicatat dan siapa sopirnya, jam berapa berangkatnya. Nanti akan kita tindak,” tutur Paradep melalui telepon seluler.

Di tempat terpisah, Kadis Perhubungan Sumut Antony Siahaan melalui Kabid Perhubungan Darat Dishub Sumut Darwin Purba menegaskan akan menindaklanjuti laporan ini pada pihak Paradep Taxi. Dia juga meminta bukti tiket pada penumpang untuk disampaikan padanya, agar pihaknya dapat melanjutkan laporan itu.

“Saya butuh tiketnya. Nanti akan kita panggil pengelola Paradep Taxi itu. Kita lihat buktinya nanti. Kita akan tegur dan berikan sanksi pada Paradep Taxi jika memang bersalah. Yang jelas, kita akan sikapi laporan ini dan memanggil pihak Paradep Taxi,” tegasnya.(sulaiman achmad)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *