PADI VARIETAS MUGIBAT, HASILKAN 11 TON GABAH KERING PANEN

MedanBisnis – Medan. Salah satu faktor penting untuk meningkatkan hasil produksi pertanian adalah dengan menggunakan benih ungggul. Karena itu, petani dihimbau agar tidak menggunakan benih asalan. Benih padi ravietas mugibat merupakan benih unggul keluaran dari Batan yang kini sudah mulai banyak ditanam petani di Sumatera Utara.
Penangkar padi di Dusun VII, Desa Tanjung Rejo, Keecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Legino, mengatakan hal tersebut kepada MedanBisnis, Rabu (2/1) di Medan. menurutnya, sebagian kecil petani masih menggunakan benih asalan yang diperoleh dari petani lain yang produktivitasnya rendah. Hal ini menurutnya sangat berpengaruh pada tingkat produksi padinya. “Kalau benih yang digunakan bukan benih unggul, hasilnya juga tidak maksimal,” katanya.

Ia menilai, benih asalan, selain produktivitasnya tidak tinggi, juga tidak memiliki ketahanan nyang cukup dari serangan hama. Hal ini tentunya akan merugikan petani karena hasil panennya tidak sesuai yang diharapkan. Padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit dan waktu yang dihabiskan juga tidak sebentar.

Berbeda dengan jika petani mau menggunakan benih varietas unggul. Benih yang ditanam memiliki ketahanan terhadap hama, tidak mudah rebah dan isinya bernas. Sehingga hasil panennya melimpah dan menggembirakan. Benih varietas unggul tersebut miisalnya mugibat yang bisa menghasilkan 11 ton gabah kering panen (GKP).

Besarnya hasil panen dari benih mugibat tersebut setara dengan benih pado varietas inpari dan sidenuk. Menurutnya, saat ini petani di Deli Serdang dan sekitarnya, sampai di sentra-sentra penghasil padi di Sumatera Utara, seperti di Serdang Bedagai, Simalungun, Karo, dan Langkat, sudah banyak yang menggunakan benih tersebut.(dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *