SEJUMLAH OBJEK WISATA TANAH KARO DIPADATI PENGUNJUNG

Libur Natal dan Tahun Baru

Berastagi-andalas Sebagai kota destinasi pariwisata, momen liburan Natal dan pergantian tahun di Berastagi, Kabupaten Karo selalu identik dengan keramaian. Tidak sedikit wisatawan yang berasal dari daerah tetangga sengaja menghabiskan liburan akhir tahun di kota berhawa sejuk ini.

Peningkatan pengunjung ke kota ini sudah mulai tampak sejak libur Natal pada 25 Desember lalu. Dua hari menjelang pergantian tahun, kendaraan-kendaraan wisatawan dari luar daerah  mulai terpantau masuk, membuat kota ini semakin ramai.

Beberapa lokasi objek wisata yang saling berdekatan membuat pengunjung tersebar di objek wisata lain, seperti Puncak Gundaling, pemandian air panas alam Jaranguda dan Doulu, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Danau Lau Kawar, Taman Simalem Resort (TSR) dan Tongging.

Setiap momen liburan Natal dan Tahun Baru, Berastagi masih menjadi primadona wisatawan yang bukan hanya dari Tanah Karo juga dari beberapa daerah tetangga dan wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Karo, Dinasti Sitepu, menyatakan, sebagian besar warga dan wisatawan nusantara termasuk turis asing yang datang ke Tanah Karo akan memilih Berastagi dan Tongging sebagai kawasan andalan.

Berbagai huburan pesta kembang api menyambut pergantian tahun didukung kelengkapan sarana hotel berbintang turut mempengaruhi Berastagi menjadi kawasan objek wisata favorit bagi keluarga.”Diprediksi puluhan ribu pengunjung memadati berbagai situs objek wisata daerah ini, sejak libur Natal hingga 1 Januari 2013,”sebutnya.

Salah seorang pengusaha hotel di Berastagi dan Tongging, Dickson Pelawi (45) kepada wartawan mengatakan, para wisatawan yang berkunjung ke kawasan panorama Tongging mulai menunjukan peningkatan tepatnya pada 25 Desember.

Dikatakannya, para wisatawan yang berkunjung ke Tongging, biasanya menghinap di hotelnya   selama 2 hingga 3 hari untuk menikmati keindahan alam di daerah tersebut.

“Tapi wisatawan lebih ramai pada tahun lalu yang merayakan liburan tahun baru di Tongging dibandingkan tahun ini. Ya, mungkin karena liburan masih panjang hingga Minggu (6/1) nanti,”ungkapnya

Sementara seorang pengunjung dari Medan, Yanto Bangun (48) yang datang bersama delapan orang keluarganya, mengeluhkan padatnya jalan Medan – Berastagi setiap jelang libur hari besar keagamaan maupun libur tahun baru. “Jalan alternative kian dibutuhkan untuk mengurai kepadatan jalur wisata tersebut,” harapnya.

Seperti telah diprediksi, arus balik pemudik dari Tanah Karo, Simalungun, Samosir, Dairi, Pakpak Barat, dan Aceh Tenggara ke Medan akan meningkat tajam terjadi pada Minggu (6/1).

Demikian juga pemudik dengan kendaraan pribadi ataupun sepeda motor akan mencapai puncaknya hingga malam hari nanti. Namun demikian, pihak Polres Karo terlihat sudah siap mengantisipasinya.

Kapolres AKBP Marcelino Sampouw saat dikonfirmasi, Rabu (2/1), mengatakan selama libur natal dan tahun baru suasana kondusif di daerah ini cukup membanggakan. Walaupun di Berastagi jelang pergantian tahun kemarin di beberapa titik tidak terelakkan dari kemacetan.

“Puncak arus mudik natal dan tahun baru diperkirakan, Minggu (6/1) nanti seiring berakhirnya libur natal dan tahun baru bagi anak sekolah. Lima Pospam kita dilapangan, seperti di Doulu (batas Karo-Deliserdang), depan Hotel Mickie Holiday, Tugu Perjuangan Berastagi, Simpang tiga depan Mesjid Agung Kabanjahe dan di Tigapanah sudah siap mengantisipasi kemacetan,” ucap Kapolres. (RTA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Jelajah Objek Wisata Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *