MINYAK TANAH OPLOSAN RENGGUT NYAWA NOKTA BRU GINTING

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Sejak Subsidi Minyak Tanah untuk Kabupaten Deliserdang ditiadakan, warga ekonomi menengah ke bawah di daerah itu kalang kabut. Soalnya, minyak tanah bukan saja penting bagi warga berpenghasilan pas-pasan untuk memasak, tapi juga untuk banyak keperluan lain seperti halnya untuk menyalakan lampu penerangan di rumah.

Untuk mendapatkan minyak tanah dengan harga murah, banyak warga memilih membeli yang oplosan. Harganya lebih murah dari minyak tanah non subsidi. Warga tidak lagi mempertimbangan resiko yang dapat ditimbulkannya. Meski telah berkali-kali minyak tanah oplosan memakan korban, pemerintah maupun aparat penegak hukum belum tampak terlihat melakukan tindakan persuasif apalagi menindak pembuat minyak oplosan ilegal yang kini makin merajalela.

Kali ini yang menjadi korban tewas akibat minyak tanah oplosan adalah seorang gadis kecil bernama Nokta Aprianna Latersia br Ginting (6), bungsu dari dua bersaudara, buah hati pasangan Sarikat Ginting (38) dan Agustina Siringo-ringo (30), warga Desa Mbarue (Kec. Biru-biru). Gadis kecil ini tewas setelah mengalami luka bakar parah ketika mendekati bibinya yang sedang menyalakan api dengan minyak tanah oplosan [Sabtu 29/12 sekira Pkl.  05.30 Wib].

Informasi diperoleh Sora Sirulo menyebutkan, seperti biasanya setiap malam, bibi korban  Rosvina Br Siringoringo (40) membuat api unggun dalam sebuah wajan besi di samping tempat tidur ibunya Tiurlan br Simamora (80)  yang terbaring di kamar tempat tidurnya karena sudah lama sakit. Api unggun dimaksudkan untuk menghangatkan tubuh sang ibu. Lantas, pada hari kejadian, tepanya menjelang pagi, Tiurlan Br Simamora mulai merasakan dingin angin malam karena api unggun yang sebelumnya dinyalakan Rosvina Siringoringo persis di samping tempat tidur Tiurlan sudah mulai padam. Melihat itu, Korban Nokta Aprianna Latersia Br Ginting yang setiap malam setia menemani neneknya tidur, langsung memberitahu bibinya Rosvina Siringo-ringo dan pamanya Hendri Bakara.

Takut penyakit ibunya kambuh, Rosvina Br Siringoringo pergi ke dapur mengambil kayu bakar dan sebuah jerigen berisi minyak tanah dan kemudian menuju kamar ibunya. Rosvina berencana kembali membuat api unggun di sana. Begitu kayu sudah disusun dalam wajan besi, Rosvina kemudian menyiramnya dengan minyak tanah. Apa yang kemudian terjadi, sungguh  di luar dugaanya. Begitu minyak dituang, api langsung membesar dan menyambar muka, tangan dan kaki Nokta Aprianna Ginting yang berada di samping neneknya sehingga korban mengalami luka bakar parah di wajahnya.

Rosvina dan suaminya Hendri Bakara yang sedari tadi asik menonton Televisi segera beranjak dari duduknya berusaha memadamkan api agar api tidak sempat menghanguskan seluruh isi rumah. Setelah api berhasil dipadamkan, Nokta Aprianna yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas I ini pun dibawa ke salah satu praktek bidan terdekat. Karena keterbatasan ekonomi, pihak keluarga tidak membawa Nokta Aprianna ke rumah sakit besar. Namun pihak keluarga sepakat agar korban diobati saja di rumah dengan menggunakan obat kampung.

Ternyata, malang tak bisa di bendung, untung tak bisa diraih. Esoknya [Minggu 30/12 sekira Pkl. 06.00 wib], Nokta Avrianna Latersia Ginting akhirnya menghembuskan nafas terakhir untuk pergi selama-lamanya. Dalam kepergian Nokta Apriana menghadap Sang Pencipta, dia meninggalkan luka mendalam pada keluarga Sarikat Ginting. Jenazah Nokta Aprianna pun akhirnya dikebumikan dengan prosesi adat Karo [Senin 31/12].

Kapolsek Biru-biru AKP Mulyadi melalui Kanit Reskrimnya Iptu S. Sembiring ketika dikonfirmasi Sora Sirulo membenarkanya. “Kita sudah mengumpulkan bukti-bukti termasuk periuk besi, kayu, 1 jerigen minyak oplosan dan baju korban. Sampai saat ini, keluarga korban  tidak mau  membuat laporan. Demikian juga ketika Polisi meminta agar dilakukan Outopsi pada tubuh korban, keluarga juga menolak,” papar Sembiring.
sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *