GANGGANG LAUT, DARI SAMPAH MENJADI BERKAH

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Bagi masyarakat pesisir Batam ganggang laut awalnya dianggap sampah. Namun, tak disangka, tumbuhan yang sering dinilai hanya mengotori pantai-pantai itu memiliki nilai ekonomis dan banyak diminati pelaku industri di Cina sebagai bahan pembuat pupuk dan bahan pewarna.

“Tadinya kami hanya menganggap sampah, karena sering mengganggu jaring kami atau menganggu mesin perahu tempel kami. Namun ternyata ganggang tersebut memiliki nilai ekonomis dan mencukupi kehidupan kami,” kata Saudah, nelayan yang sejak delapan bulan lalu mengumpulkan ganggang untuk diekspor, di Batam, Selasa (1/1).

Saudah mengaku, hampir setiap hari mengumpulkan ganggang yang banyak tumbuh di pinggir-pinggir perairan pulau-pulau pesisir Batam untuk dikeringkan dan kemudian dibeli pengepul.

Ia, setiap hari dengan dibantu anaknya bisa mengumpulkan beberapa kwintal ganggang yang selanjutnya dibersihkan dengan air tawar untuk mengurangi kadar garam sebelum dijemur di panas matahari hingga kering.

Ia mengatakan setelah kering, ganggang tersebut diambil pengepul untuk dibawa kesebuah pabrik pengepakan sebelum diekspor ke China dan beberapa negara lain di Asia. “Setiap kilogram ganggang kering dihargai Rp 800 hingga Rp 1.500. Tergantung tingkat kekeringan dan kualitasnya,” kata dia.

Saudah dan Gafur anaknya mengaku hingga saat ini masih menjual ganggang kering karena belum bisa mengolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. “Hingga saat ini kami belum bisa mengolahnya menjadi barang yang lebih memiliki nilai ekonomis lebih tinggi,” kata Gafur.

Gafur berharap, Pemerintah Kota Batam memberikan bimbingan bagi mereka agar bisa mengolah ganggang tersebut sehingga lebih memiliki nilai jual.

Kandungan kimiawi yang terdapat dalam ganggang laut merupakan nutrien yang sangat penting bagi semua mahluk hidup termasuk tumbuh-tumbuhan, sehingga ganggang laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber alternatif penganti pupuk-pupuk pertanian yang mengandung bahan kimia sintesis.

Ganggang dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seperti potasium dan hormon seperti auxin dan sytokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah.

Pemanfaatan ganggang sebagai pupuk organik ditunjang pula oleh adanya sifat hydrocolloids pada alga laut yang dapat dimanfaatkan untuk penyerapan air (daya serap tinggi) dan menjadi substrat yang baik untuk mikroorganisme tanah.
sumber : republika

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *