WARGA ADAT WAY KANAN MENGADU KE POLDA SOAL KASUS TANAH MARGA

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Belasan perwakilan warga adat Negeri Besar, Way Kanan, mengadu ke Polda Lampung, Rabu (2/1/2013) terkait kasus pelepasan tanah marga.

Kelompok yang menamakan diri Front Negeri Besar Menggugat ini mempersoalkan proses pelepasan tanah PT Bumi Madu Mandiri (BMM) yang diduga cacat hukum dan besaran nilai ganti ruginya tidak sesuai.

Ansori, salah seorang perwakilan warga dari Front Negeri Besar Menggugat mengatakan, lahan yang dipersoalkan ini mencapai luas 4.650 hektar.

“Pelepasan itu tidak sesuai dengan batas-batas tanah ulayat. Proses pelepasan tidak mengacu pada historis,” ujar dia dalam laporan tertulisnya. Perwakilan warga Way Kanan ini juga sempat berunjuk rasa di Kantor PT Perkebunan Nusantara VII.

Menurut mereka, PTPN VII juga turut bertanggung jawab atas hilangnya hak ulayat warga terhadap lahan seluas 2.325 ha yang menjadi bagian dari luas lahan 4.650 ha yang dipersoalkan.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *