TOKOH WANITA ACEH PRIHATIN BANYAK ISTRI GUGAT CERAI SUAMI

BIREUEN, KOMPAS.com — Tokoh ulama perempuan Tgk Nurhayati mengaku miris menyaksikan halaman kantor Mahkamah Syariah yang setiap hari ramai oleh istri yang menggugat cerai suami.

Menurutnya, tingginya gugatan cerai yang dilakukan kaum perempuan terhadap suami karena maraknya isu gender yang tanpa sadar merusak akhlak perempuan sehingga mereka berani bersikap tidak pantas kepada suami.

“Dimulai dengan bertengkar, menjawab suami dengan ketus, yang tanpa sadar menggiring mereka untuk berpisah,” sebut perempuan yang akrab disapa Umi ini.

Padahal, lanjut Nurhayati, sesuai sabda Rasulullah, setiap perbuatan yang dilakukan seorang istri pada suaminya itu adalah ibadah yang luar biasa.

“Akan tetapi, sekarang kata ‘ibadah’ itu diganti dengan peran istri yang dibahasakan gender untuk lebih berani berbuat, termasuk kepada suami,” tambahnya lagi.

Kondisi ini turut dipengaruhi dangkalnya ilmu agama yang diserap perempuan. Apalagi jika faktor gugatan si istri bermuara dari ekonomi rumah tangga yang tak berujung membaik. Sikap sabar dan selalu menunjukkan kasih sayang perlu diperlihatkan istri, bukan malah sebaliknya.

“Untuk itu, perlunya pemahaman ilmu agama yang cukup bagi perempuan agar tidak buru-buru bercerai ketika sudah tak merasa bahagia,” sebutnya.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *