RUTE SILANGIT-JAKARTA DIBUKA 11 JANUARI

JAKARTA-Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, berjanji akan meminta Angkasa Pura II benar-benar memaksimalkan pelayanan di Bandara Silangit, sehingga dapat membawa kemajuan bagi daerah Tapanuli.

Hal ini diungkapkan langsung oleh anggota DPR asal Sumatera Utara, Saidi Butarbutar, saat bersilaturahmi ke kediaman Saidi dalam rangka Natal, Kamis (27/12) kemarin.

“Pengelolaan Bandara Silangit tanggal 11 Januari nanti akan diserahterimakan dari Menteri Perhubungan ke Menteri BUMN. Dan sekaligus dibuka jalur penerbangan Jakarta-Silangit. Nah jadi, Pak Dahlan menceritakan hal tersebut. Presiden juga sangat menginginkan hal ini,” ujarnya kepada Sumut Pos di Jakarta, Jumat (28/12).

Saidi mengaku gembira dengan rencana tersebut. Karena sebagai putra daerah, ia yakin rute penerbangan Jakarta-Silangit, maupun adanya pengelolaan bandara yang baik, berperan besar bagi kemajuan Tapanuli secara keseluruhan. “Karena paling tidak, membuat daerah lebih mudah dijangkau, lebih praktis dan saat turis ingin ke Danau Toba, itu lebih cepat daripada harus melalui Medan terlebih dahulu,” katanya.

Namun begitu, dalam hal ini Saidi melihat ada sebuah kendala yang perlu segera diselesaikan oleh pemerintah daerah, terutama oleh tujuh kabupaten yang terdapat di sekitar bandara tersebut. Di antaranya terkait jumlah penumpang, karena tidak mungkin pihak penerbangan membuka rute jika mengalami kerugian akibat tidak adanya penumpang.

“Minimal jika 3 Pemkab saja mau menyubsidi untuk sementara, penerbangan bisa rutin dilakukan. Saya sendiri secara pribadi, pasti menggunakan bandara tersebut. Karena lebih cepat sampai ke konstituen saya. Saya juga yakin nantinya lambat-laun masyarakat Batak di perantauan juga akan lebih rajin pulang kampung,” katanya.

Selain membicarakan Bandara Silangit, Saidi mengaku salut dengan langkah Menteri BUMN yang secara khusus mendatangi kediamannya, guna menjalin silaturahmi. Langkah ini dilakukan setelah sebelumnya Direktur Utama PT Merpati, Rudy Setyopurnomo, menyebut namanya sebagai salah satu dari beberapa nama oknum anggota DPR yang diduga meminta jatah ke BUMN.

Dahlan menurutnya datang bersama sejumlah jajaran Direksi PT.Merpati yang merupakan salah satu perusahaan BUMN. “Kemarin itu benar-benar menjadi ajang jalinan kasih. Jadi tidak ada lagi kecurigaan dan kita saling memaafkan karena memang terbukti tidak benar saya merupakan orang yang diduga meminta jatah ke BUMN,” katanya.

Menariknya, acara silaturahmi ini berubah menjadi acara adat. Karena paling tidak, hadir 500 orang lebih. Baik itu perwakilan Butarbutar seluruh Indonesia, maupun sejumlah marga-marga lainnya. “Saya juga mengulosi Pak Dahlan. Sedangkan Dirut Merpati itu diulosi oleh tulang (paman) saya,” katanya.(gir)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *